- Home
- Pencarian
“virus”
106 artikel ditemukan
Beberapa waktu lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memaparkan data bahwa kasus diabetes pada anak meningkat hingga 70 kali lipat di tahun ini, jika dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu pada 2010. Tentu ini menjadi cambukan bagi para orang tua untuk lebih memahami apa itu diabetes dan bagaimana anak bisa terkena masalah kesehatan yang satu ini.
Campak masih banyak mengintai pada anak-anak. Melansir Ikatan Dokter Anak Indonesia, mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan kasus campak hingga 32 kali pada 2022. Lalu, seperti apa gejala dan penyebab campak? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Para ilmuwan dikejutkan dengan terdeteksinya virus baru dengan nama “Virus Zombie”. Virus tersebut ditemukan oleh sekelompok ilmuwan dari Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Prancis, usai selama ini terperangkap di permafrost, atau lapisan tanah yang beku di Siberia sekitar nyaris 50 ribu tahun.
Influenza (flu) dan covid-19 merupakan penyakit pernapasan menular, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda. Covid-19 disebabkan oleh infeksi coronavirus (SARS-CoV-2) yang pertama kali diidentifikasi pada 2019. Sementara flu disebabkan oleh infeksi virus flu (virus influenza). Seperti yang diketahui, covid-19 lebih mudah menyebar daripada flu. Selain itu, dibandingkan dengan flu, covid-19 dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah pada beberapa orang.
Mengajak anak bermain di playground tentunya ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, yaitu mampu mengasah motorik anak melalui berbagai permainan dan juga melatih anak untuk bersosialisasi. Kekurangannya, yaitu anak bisa mudah tertular penyakit. Nah, berikut ini lima tips aman bermain di playground yang telah dirangkum oleh Ladiestory.id.
Virus Harpes dapat menyerang siapa saja tanpa mengenal usia. Apabila kamu memiliki kontak dengan penderita dan kondisi imunitas lemah. Maka, besar kemungkinan dapat meningkatkatkan resiko tertular. Lalu, apa saja gejala dan penyebab herpes? Yuk, simak!
Di musim pancaroba, penyakit batuk dan pilek sering kali muncul. Hal ini tentu bukan sesuatu yang jarang ditemui sehingga seringkali dianggap biasa saja bagi sebagian orang. Namun bagaimana jika bersamaan dengan varian XBB covid-19 muncul? Tentu memberikan kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat. Jaka Pradita, dokter spesialis paru, mengungkapkan, di musim pancaroba, virus memang berkembang semakin banyak. Sehingga banyak masyarakat terkena sakit batuk dan pilek.
Subvarian omicron, XBB, yang menyebabkan covid-19 telah terdeteksi di Indonesia beberapa waktu lalu yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin. Hal ini ditemukan pada perempuan 29 tahun yang baru pulang dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Ditemui oleh Ladiestory.id di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (25/10/2022), dokter spesialis paru, Jaka Pradita, mengungkapkan bahwa varian XBB sejauh ini masih menunjukkan gejala ringan. Meski begitu ia belum bisa memprediksi apakah dapat menjadi lebih berat dan berisiko.
Varian baru virus covid-19, XBB, merupakan mutasi dari omicron. Meski begitu, varian ini bisa saja "terlewatkan" oleh daya tahan tubuh masyarakat sehingga dapat menyebabkan gejala. Hal tersebut diungkapkan oleh dokter spesialis paru, Jaka Pradita, yang ditemui Ladiestory.id di kawasan Senayan, Selasa (25/10/2022).