Catat! Penyebab Dari Mirror Syndrome Dan Cara Menanggulanginya

Rabu, 18 Agustus 2021 | 06:53:00

Nurul Aini

Penulis : Nurul Aini

Catat! Penyebab Dari Mirror Syndrome Dan Cara Menanggulanginya

Foto: Ladiestory.id

Mirror Syndrome adalah salah satu kelainan pada ibu hamil yang perlu diwaspadai. Penyakit ini pernah dialami oleh artis sinetron Irish Bella hingga menyebabkan dirinya harus kehilangan janin kembar yang dikandungnya. 

Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan Mirror Syndrome? Apa saja penyebab dan bagaimana cara menanggulanginya? 

Apa Itu Mirror Syndrome? 

Foto: Ladiestory.id
Foto: Ladiestory.id

Mirror Syndrome atau Ballantyne atau tripole edema adalah penyakit yang kerap menyerang ibu hamil. Penyakit ini kerap terjadi pada ibu dengan kondisi bayi kelebihan cairan. Tak hanya itu, ibu hamil yang memiliki preeklampsia juga rentan terkena penyakit yang satu ini. 

Gejala Mirror Syndrome pada ibu hamil dikatakan mirip dengan preeklampsia karena ditandai dengan: 

  • Tekanan darah tinggi saat hamil

  • Terdapat kandungan protein di dalam urine 

  • Tungkai mengalami pembengkakan

  • Berat badan naik dalam waktu yang cepat 

Sedangkan pada janin biasanya timbul gejala seperti jumlah cairan ketuban yang berlebihan dan tidak wajar. Selain itu, ada juga gejala lain berupa penebalan plasenta hingga mengakibatkan pembengkakan pada organ vital janin.

Apa Penyebab Mirror Syndrome Pada Ibu Hamil?

Foto: Ladiestory.id
Foto: Ladiestory.id

Meski masuk dalam kategori penyakit berbahaya, namun hingga saat ini penyebab Mirror Syndrome belum dapat diketahui secara pasti. Akan tetapi, kabarnnya penyakit ini berhubungan dengan hidrops fetalis atau penumpukan cairan pada organ janin, terutama di paru-paru, jantung, dan perut janin.

Selain itu, ada beberapa kondisi lain yang menjadi penyebab dari Mirror Syndrome seperti: 

  • Terdapat tumor pada plasenta atau janin

  • Ibu hamil memiliki rhesus darah yang berbeda dengan janin

  • Menderita twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS)

  • Terpapar virus selama masa kehamilan

Cara Mencegah Terjadinya Mirror Syndrome

Foto: Ladiestory.id

Melihat dari bukti yang pernah dialami oleh pesinetron Irish Bella membuktikan bahwa penyakit ini tidak bisa dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, Mirror Syndrome dapat mengakibatkan penyakit serius seperti gagal ginjal pada ibu hamil, anemia, keguguran hingga bayi meninggal dalam kandungan. 

Salah satu cara menanggulangi Mirror Syndrome pada ibu hamil adalah dengan melakukan tes pemeriksaan rutin. Pemeriksaan ini harus dilakukan setiap satu bulan sekali pada pada trimester pertama dan kedua. 

Kemudian pada trimester ketiga pemeriksaan bisa dilakukan 1 sampai 2 minggu sekali. Dengan pemeriksaan rutin ini diharapkan kelainan pada janin dapat didiagnosis dengan cepat. Pemeriksaan rutin ini berfungsi untuk memantau kondisi ibu dan janin, serta mendeteksi lebih dini bila ada kelainan, baik pada ibu maupun janin.

Pengobatan Penyakit Mirror Syndrome 

Foto: Ladiestory.id
Foto: Ladiestory.id

Sebelum dinyatakan positif mengidap Mirror Syndrome, ibu hamil harus melewati beberapa macam pemeriksaan. Pemeriksaan ini juga dilakukan untuk mendeteksi apakah terdapat penumpukan cairan pada janin atau hidrops fetalis.

Dalam dunia kedokteran, pemeriksaan terhadap pasien bergejala Mirror Syndrome meliputi: 

  • Pemeriksaan sampel  cairan ketuban atau amniocentesis

  • Pemeriksaan tekanan darah

  • Pengukuran kadar protein pada urine ibu hamil

  • USG kehamilan untuk melihat penumpukan cairan pada janin

Setelah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya positif, maka dokter akan segera melakukan tindakan kepada pasien. Tindakan pertama yang mungkin dilakukan adalah mengeluarkan janin sesegera mungkin. Jika usia janin belum memenuhi syarat atau belum matang, maka ibu bisa melahirkan secara prematur. 

Untuk persalinan prematur sendiri bisa dilakukan secara caesar atau dengan pemberian obat perangsang. Setelah bayi berhasil dilahirkan maka dokter akan melakukan tindakan untuk mengeluarkan kelebihan cairan dari tubuh bayi. 

Selain itu, dokter juga akan memberikan beberapa jenis obat-obatan yang berguna untuk mencegah gagal jantung serta membantu ginjal membuang kelebihan cairan tubuh. Kemudian bayi akan dirawat secara intensif di neonatal intensive care unit (NICU).

Berita Terkait