Berdampak pada Kesehatan Mental, Kenali 5 Ciri Toxic Parents

Jumat, 14 Januari 2022 | 10:00:00

Maria Nanda

Penulis : Maria Nanda

Berdampak Pada Kesehatan Mental, Kenali 5 Ciri Toxic Parents

Ilustrasi toxic parents. (Special)

Ladiestory.id - Belakangan ini istilah toxic parents kerap bermunculan di media sosial, seperti Twitter. Terkadang banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa apa yang mereka lakukan sudah menunjukan tindakan toksik.

Berawal dari ingin menjadi orang tua yang terbaik namun dengan cara yang tidak tepat akhirnya malah menjadi toxic parents.

Apa itu toxic parents? Toxic parents merupakan perilaku orang tua yang toksik dalam mengasuh anak. Pada dasarnya semua yang bersifat toksik pasti akan membawa penyakit. Begitu pula dengan toxic parents yang akan membawa penyakit untuk sang anak. Nah, Ladiestory.id telah merangkum lima ciri-ciri toxic parents.

1. Ekspetasi Berlebih

Ciri-Ciri Toxic Parents. (Special)

Ciri-ciri toxic parents yang pertama adalah orang tua yang punya ekspetasi berlebih kepada masa depan anak. Sebenarnya, ciri ini hampir dilakukan semua orang tua.

Sebab, ekspetasi yang berlebih kepada anak dapat memengaruhi psikis sang anak. Tapi kebanyakan orang tua justru berpikiran bahwa hal tersebut merupakan suatu kebaikan untuk anak. Namun sebaliknya, sang anak akan merasa terbebani dengan ekspetasi orang tua.

Pola pikir seperti ini memang sering ditemukan pada pola pikir orang tua zaman dahulu.

2. Terlalu Mengontrol Anak

Ciri-Ciri Toxic Parents. (Special)

Memang tidak ada salahnya mengontrol anak, namun terkadang orang tua juga terlalu berlebihan. Bahkan beberapa orang tua lupa kalau seorang anak juga memiliki hak untuk menentukan pilihannya sendiri.

Sering kali, orang tua ikut campur dan tidak memberi kebebasan kepada sang anak utuk memilih. Rata-rata hal ini disebabkan karena orang tua memiliki pikiran bahwa anak mereka belum dewasa.

Sehingga ciri toxic parents akan muncul untuk membatasi dan mengontrol sang buah hati. Hal ini biasanya tetap terjadi ketika sang anak sudah beranjak remaja dan dewasa.

Khawatir memang merupakan hal yang wajar, kok. Namun jangan sampai kekhawatiran tersebut membuat anak menjadi stres. Bahkan rasa khawatir yang berlebih akan membuat anak merasa benci kepada orang tua.

Sebab sang anak merasa bahwa orang tua tidak dapat memercayai sang anak. Parahnya lagi, perilaku ini dapat bertahan hingga anak mereka dewasa dan berkeluarga. Para toxic parents akhirnya dapat menjadi mertua yang juga toksik terhadap keluarga anaknya.

3. Menyiksa Fisik dan Verbal

Ciri-Ciri Toxic Parents. (Special)

Sering mencubit atau memukul anak? Atau mengejek anak, memanggil anak dengan panggilan tidak senonoh, mendiamkan anak waktu yang lama, mengalihkan kekesalan ke anak? Hati-hati sebab hal tersebut termasuk dalam ciri-ciri toxic parents.

Apapun bentuk kekerasan, baik dalam fisik maupun verbal, itu bukan cara mendidik anak yang baik. Sebab kekerasan tersebut dapat memengaruhi fungsi otak dan kesehatan mental anak.

Bahkan kekerasan tersebut juga mampu membuat anak merasa tidak percaya diri. Lebih parahnya lagi sang anak selalu merasa ingin melukai sendiri hingga ingin bunuh diri.

4. Tidak Simpati

Ciri-Ciri Toxic Parents. (Special)

Kalau sampai orang tua tidak memiliki simpati kepada anak, wajib diwaspadai sebab merupakan salah satu ciri toxic parents.

Walaupun sang anak terluka, jika orang tua merupakan toxic parents, maka mereka berpura-pura tidak mengerti dan tidak memperdulikan sang anak. Sebab toxic parents memiliki pikiran kalau rasa sakit yang dirasakan merupakan hal yang biasa.

5. Menganggap Anak Bertanggung Jawab atas Kebahagiaan Orang Tua

Saat orang tua menuntut suatu hal pada anak, contoh menyuruh sang anak memilih orang tua atau pasangannya. Atau meminta anak mengorbankan sebuah aktivitas yang disukai hanya untuk mengabulkan permintaan orang tua.

Hal ini merupakan salah satu ciri toxic parents. Sebab orang tua memiliki pemikiran dan perilaku tersebut mampu membangun sebuah hubungan sehat. Namun. sebenarnya orang tua justru sedang membangun hubungan yang tidak sehat.

Ini karena orang tua malah menuntut anak untuk mengorbankan apa yang menjadikan mereka bahagia. Selain itu, orang tua juga membatasi anak menjadi pribadi yang lebih mandiri.