Constellations: Global Reflections, Tampilkan 21 Karya Seniman di Ruang Terbuka

Selasa, 22 November 2022 | 20:45:00

Arfiah Ramadhanti

Penulis : Arfiah Ramadhanti

Constellations: Global Reflections, Tampilkan 21 Karya Seniman Di Ruang Terbuka

Pameran Seni Constellations: Global Reflections. (Spesial)

Ladiestory.id - Constellations: Global Reflections (CGR), adalah sebuah ajang pameran seni unik di ruang terbuka yang menampilkan karya 21 seniman kontemporer internasional di tiga lokasi di Pulau Kura Kura, Bali. Acara ini digelar sejak November 2022 hingga November 2023.

Menggandeng Lance Fung dari Fung Collaboratives sebagai kurator, CGR diperkenalkan pertama kali pada ajang B20 (13-14 November 2022). Kemudian, dilanjutkan pada pertemuan tingkat tinggi Tri Hita Karana Forum pada 13-18 November 2022 yang mengundang para delegasi acara Konferensi Tingkat Tinggi G20.

Acara ini digagas oleh pengusaha, filantropis, dan anggota MoMA International Council, Cherie Nursalim. CGR dilangsungkan di Kura Kura Bali, pulau dengan fokus lingkungan miliknya.

Fung, sosok yang terkenal akan proyek-proyek seni publik, diundang oleh Cherie untuk mengkurasi pameran ini. Keduanya sepakat bahwa instalasi-instalasi seni tersebut harus menyoroti isu perubahan iklim, kesetaraan hidup, dan kolaborasi global dengan menggunakan sejarah kain Bali, proses pembuatan lampion, dan pertunjukan wayang sebagai benang merah konsepnya.

Pameran Seni Constellations: Global Reflections. (Spesial)

Constellations: Global Reflections bertujuan untuk mempertegas filosofi hidup khas Bali yaitu Tri Hita Karana,” ujar Lance Fung.

“Diartikan secara harfiah sebagai ‘tiga cara mencapai kebahagian atau harmoni,’ filosofi ini mencakup tiga aspek kehidupan di Bali, yakni Tuhan, manusia, dan alam, dengan menempatkan ketiganya sebagai dasar pengembangan di Kura Kura dengan fokus utama kebahagiaan dan sistem berkelanjutan,” imbuhnya. 

Pameran Seni Constellations: Global Reflections. (Spesial)

Dibuat di Bali, ke-20 karya tersebut dicetak secara digital di atas kain yang terbuat dari plastik daur ulang. Kemudian, diaplikasikan pada 10 instalasi menyerupai drum yang digerakkan oleh energi matahari.

Dirancang untuk dapat dinikmati di siang atau malam hari, instalasi-instalasi seni ini mengeksplorasi suasana yang tenang dan syahdu. Selain itu, melambangkan mercusuar yang mengundang orang dari seluruh dunia untuk bersama melihat karya seni tersebut dan berdiskusi mengenai cara untuk menciptakan masa depan yang lebih kuat dan lebih baik. 

Pameran Seni Constellations: Global Reflections. (Spesial)

Para seniman yang tergabung dalam kelompok G20 for Arts berasal dari berbagai usia mulai dari 30 hingga 90 tahun, yaitu Tony Albert (Australia), Arahmaiani (Indonesia), Dana Awartani (Saudi Arabia), Xu Bing (China), Berkay Bugdan (Turki), Genevieve Cadieux (Kanada), Minerva Cuevas (Meksiko), hingga N. S. Harsha (India).

Pameran Seni Constellations: Global Reflections. (Spesial)

Ada pula Kota Hirakawa (Jepang), Ilya & Emilia Kabakov (Rusia/Ukraina), Naledi Tshegofatso Modupi (Afrika Selatan), A.D Pirous (Indonesia), Paola Pivi (Italia), Liliana Porter (Argentina), Caio Reisewitz (Brasil), Thomas Ruff (Jerman), Yinka Shonibare CBE (Inggris), Kiki Smith (Amerika Serikat), Kimsooja (Korea Selatan), dan Ben Vautier (Prancis).

s