Kamu Harus Tahu! Ini Bahaya Vaping Untuk Kulit Wajah

Jumat, 5 Januari 2024 | 13:36:00

Atika Febriani

Penulis : Atika Febriani

Kamu Harus Tahu! Ini Bahaya Vaping Untuk Kulit Wajah

Ilustrasi vaping. (Pexels.com/phdul)

Ladiestory.id - Vaping semakin populer dalam beberapa tahun belakangan ini. Alat ini dijadikan alternatif untuk menggantikan rokok. Banyak perempuan akhirnya membeli rokok elektrik. Selain merasa lebih aman, varian rasa unik dan bervariatif menjadi alasan ramainya pengguna vape saat ini. 

Fakta mengatakan bahwa rokok elektrik ternyata berbahaya yang menyebabkan gangguan kesehatan paru-paru. Dalam vape terkandung nikotin, karsinogen, toksik dan bahan berbahaya lainnya. Dampak lainnya akan berpengaruh ke kulit lho!

Paparan bahan kimia berbahaya yang terkandung dalam aerosol rokok elektrik akan mengeluarkan berbagai zat kimia yang berdampak buruk untuk kulit. Hembusan asap yang keluar dari vape dan mengenai wajah sangat berpotensi lapisan kulit menjadi rusak.

Berikut 6 efek samping vaping untuk kulit.

Kulit Kusam

Ilustrasi kulit kusam. (Pinterest.com)

 

Banyak rokok elektrik yang mengandung nikotin dan zat adiktif yang dapat menimbulkan efek buruk pada kulit. Nikotin sendiri menyebabkan vasokonstriksi yang mempersempit pembuluhan darah dan mengurangi aliran darah ke kulit, sehingga kulit kekurangan pasokan oksigen dan nutrisi. Hal ini menyebabkan kulit kamu akan terlihat kusam dan pucat. 

Kulit Kering

Ilustrasi kulit kering. (Pexels.com/jennahamra)

Salah satu efek samping vaping adalah dehidrasi dan kekeringan pada kulit wajah. Menghirup uap panas dapat menyebabkan peningkatan kehilangan air, maka wajah akan terasa kencang, bersisik bahkan bisa menyebabkan eksim atau psoriasis. 

Penuaan Dini

Ilustrasi penuaan dini. (Pinterest.com)

 Kolagen adalah protein penting yang memberikan struktur dan elastisitas pada kulit. Vaping terbukti mengganggu produksi kolagen yang menyebabkan penuaan dini. 

Berkurangnya kadar kolagen dapat mengakibatkan terbentuknya garis-garis halus dan kerutan. Efek ini menyebabkan kulit akan tampak lebih tua dari usia sebenarnya.

Timbulnya Jerawat

Ilustrasi timbul jerawat. (Pexels.com/annanekrashevich)

 

Vaping memang sangat berkaitan dengan peningkatan risiko timbulnya jerawat. Bahan kimia yang ditemukan dalam rokok elektrik dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma kuit. Hal ini menyebabkan pertumbuhan bakteri berlebih dan menimbulkan jerawat. Nikotin juga terbukti merangsang produksi sebum yang dapat menyumbat pori-pori dan tumbuh jerawat.

Iritasi dan Peradangan Kulit

Ilustrasi iritasi dan peradangan. (Pinterest.com)

 


Vaping diketahui melibatkan bahan kimia, seperti propilen dan perasa. Zat ini menyebabkan iritasi dan alergi pada kulit. Efek rokok elektrik akan menyebabkan kemerahan, gatal sampai peradangan.