Kebiasaan Penggunaan Ponsel Dapat Pengaruhi Perkembangan Bahasa Anak, Ini Kata Penelitian

Kamis, 11 April 2024 | 00:00:00

Bulan Maghfira

Penulis : Bulan Maghfira

Kebiasaan Penggunaan Ponsel Dapat Pengaruhi Perkembangan Bahasa Anak, Ini Kata Penelitian

Ilustrasi Orang Tua dan Anak. (Freepik.com)

Ladiestory.id - Kebiasaan menggunakan ponsel saat sedang bersama anak, ternyata dapat memengaruhi perkembangan bahasa dan keterampilan komunikasi seorang anak. Hal itu bisa terjadi karena orang tua yang mengalami gangguan perhatian, hanya menghabiskan lebih sedikit waktu untuk terlibat dalam interaksi yang bermakna dan menjadikan anak memiliki lebih sedikit kesempatan untuk belajar.

Fondasi bicara dan bahasa seorang anak dimulai di rumah, saat anak masih bayi. Penelitian menunjukkan bahwa ketika orang tua sering berbicara dengan bayinya, kemampuan verbal mereka akan semakin kuat seiring bertambahnya usia. 

Bahkan gaya berbicara dengan nada tinggi yang sering digunakan saat berbicara dengan bayi, juga dapat meningkatkan keterampilan berbahasa dan mendorong ucapan bolak-balik.

Ketika perhatian orang tua terganggu, seperti saat mereka menggunakan perangkat seluler, secara keseluruhan mereka merasa kurang terhubung dengan anak mereka. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya komunikasi, yang menyebabkan anak kehilangan peluang penting untuk bertumbuh. Bagaimanapun, anak-anak belajar paling baik dari interaksi dengan pengasuhnya.

Penggunaan ponsel yang berlebihan pada orang tua dapat menghambat perkembangan komunikasi anak karena berkurangnya kualitas interaksi. 

Ilustrasi Orang Tua dan Anak. (Freepik.com)

 

Sebuah penelitian melibatkan komunikasi orang tua dengan anak-anak mereka selama waktu makan. Para peneliti menemukan bahwa ketika orang tua menggunakan ponsel, komunikasi verbal mereka dengan anak mereka berkurang 20%. Mereka juga mengalami 39% lebih sedikit komunikasi nonverbal, yang mungkin mencakup ekspresi wajah, kontak mata, dan bahasa tubuh.

Studi lain menemukan bahwa penggunaan telepon seluler oleh orang tua dikaitkan dengan penurunan kesadaran dan sensitivitas. Hal ini juga menimbulkan perasaan bahwa waktu yang dihabiskan bersama anak mereka tidak memuaskan.

Terlebih lagi, ketika orang tua diinterupsi oleh perangkat mereka (disebut technoference), hal ini berdampak pada cara mereka berkomunikasi. Anak-anak akan cenderung kurang memahami keterampilan sosial yang penting seperti menjaga kontak mata, fokus pada orang yang bepergian bersama mereka, dan daya tanggap, yang semuanya dapat memengaruhi perkembangan bahasa mereka di masa depan.