Mengenal Varian Baru COVID-19 Virus B117: Gejala, Bagaimana Penularan, dan Cara Mencegahnya

Kamis, 8 April 2021 | 14:08:36

LS Health

Penulis : LS Health

Mengenal Varian Baru COVID-19 Virus B117: Gejala, Bagaimana Penularan, dan Cara Mencegahnya

Belum tuntas pandemi virus COVID-19, kini muncul varian baru virus corona B117. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) melaporkan mutasi virus ini pertama kali diidentifikasi di Inggris pada akhir September. Berdasarkan data Badan Kesehatan Dunia atau WHO, virus corona B117 telah menyebar ke 60 negara di dunia, termasuk Indonesia. 

Di Tanah Air, virus ini ditemukan di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada dua pekerja migran yang baru pulang ke Tanah Air. Kabarnya, virus corona B117 disebut-sebut memiliki penularan lebih cepat dibanding varian virus corona sebelumnya. 

Pada Desember 2020, ketika pertama kali terungkap di Inggris bagian tenggara, otoritas Inggris mengatakan penularan virus B117 bisa mencapai 70 persen lebih menular daripada SARS-CoV-2 yang beredar sebelumnya. 

Meski begitu, virus B117 tidak dianggap lebih mematikan atau menyebabkan penyakit lebih parah. Namun, seiring berjalannya waktu, varian ini tentunya akan meningkatkan jumlah infeksi, rawat inap, juga kematian. 

Begitu pun berpotensi menimbulkan ancaman signifikan bagi negara-negara yang sudah berjuang menahan atau melawan penyebaran virus COVID-19. Lantas, seperti apa gejalanya, seberapa besar penularannya,  dan bagaimana cara melindungi diri? 

Prathit Kulkarni, asisten profesor kedokteran penyakit menular di Baylor College of Medicine di Houston, Amerika Serikat, mengatakan kemunculannya yang masih baru membuat ada banyak ilmuwan yang tidak tahu tentang varian virus B117 ini. "Namun, gejalanya tampaknya tidak berbeda dengan virus saat ini," katanya dilansir dari Prevention

"Akibatnya, "tidak mungkin" bagi Anda mengetahui apakah gejala Anda mungkin disebabkan jenis asli SARS-CoV-2 atau B117. Hanya pengujian yang akan mengetahui apakah Anda memiliki varian ini," tambah Thomas Russo, profesor dan kepala penyakit menular di University at Buffalo di New York, AS. 

Hal itu berarti kamu harus tetap memperhatikan gejala-gejala dari COVID-19 yang paling umum seperti demam, menggigil, sesak napas, kelelahan, nyeri otot atau tubuh, sakit kepala, kehilangan indera penciuman, sakit tenggorokan, hidung tersumbat atau meler, mual atau muntah, serta diare.

Untuk penularan, menurut sebuah studi pracetak dari London School of Hygiene and Tropical Medicine memperkirakan bahwa varian B117 56 persen lebih menular daripada strain asli SARS-CoV-2. 

Penelitian lain dari para peneliti di Imperial College London menemukan bahwa reproduksi virus B117—jumlah rata-rata orang yang menularkan virus kepada orang yang terinfeksi—adalah 1,45. Angka ini jauh lebih besar dari varian virus berasal dari Wuhan, Cina, yaitu 0,92. 

Walau memiliki penularan yang tinggi, sejumlah vaksin COVID-19 seperti Moderna dan Pfizer yang resmi digunakan di AS menyatakan vaksin mereka efektif hingga 95 persen terhadap B117. 

Begitu pun vaksin Novavax, yang saat ini dalam uji klinis fase ketiga di AS, mengumumkan pada akhir Januari bahwa vaksin mereka hampir 86 persen efektif melawan varian baru virus corona B117. 

Guna mengantisipasi tidak terinfeksi mutasi varian Inggris ini, masyarakat diharapkan tetap menaati protokol kesehatan. Mulai dari, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, hingga menghindari kerumunan.

"Rekomendasi inti kesehatan masyarakat juga tetap sama. Tetap hindari pertemuan besar, jaga jarak sosial dari orang-orang di luar rumah, sering-sering mencuci tangan, serta kenakan masker wajah yang pas di hidung dan mulut," tutur Kulkarni.