- Home
- Pencarian
“Infeksi”
48 artikel ditemukan
Campak masih banyak mengintai pada anak-anak. Melansir Ikatan Dokter Anak Indonesia, mengungkapkan bahwa terjadi lonjakan kasus campak hingga 32 kali pada 2022. Lalu, seperti apa gejala dan penyebab campak? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.
Sebanyak 12.553 anak di bawah usia 14 tahun dikabarkan terinfeksi HIV. Hal ini diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bahkan, sejumlah 4.764 anak di bawah usia 4 tahunlah yang terserang HIV. Imran Pambudi selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Kemenkes menuturkan jika data ini adalah data yang dikumpulkan sejak 2020 sampai September 2022.
Disuria atau anyang-anyangan adalah masalah sering buang air kecil yang tidak tuntas dan dibarengi rasa nyeri atau terbakar. Jika tidak ditangani, maka kondisi ini akan menyebabkan komplikasi yang berbahaya. Oleh sebab itu, ketahui penyebab seseorang mengalami anyang-anyangan.
Softlens sering digunakan bagi mereka yang memiliki gangguan penglihatan. Namun, ada pula softlens yang dibuat khusus untuk memperindah penampilan seseorang atau sebagai penunjang kecantikan. Tahukah kamu jika softlens yang sering digunakan setiap hari juga dapat memberikan 5 efek buruk yang membahayakan kondisi matamu, lho. Berikut di antaranya.
Influenza (flu) dan covid-19 merupakan penyakit pernapasan menular, tetapi disebabkan oleh virus yang berbeda. Covid-19 disebabkan oleh infeksi coronavirus (SARS-CoV-2) yang pertama kali diidentifikasi pada 2019. Sementara flu disebabkan oleh infeksi virus flu (virus influenza). Seperti yang diketahui, covid-19 lebih mudah menyebar daripada flu. Selain itu, dibandingkan dengan flu, covid-19 dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah pada beberapa orang.
Curah hujan yang tinggi dapat memicu terjadinya bencana, seperti banjir. Masyarakat pun harus mewaspadai penyakit yang mungkin timbul setelah banjir, seperti diare dan infeksi kulit.
Penyakit tuberkulosis atau TBC terus menghantui masyarakat termasuk di Indonesia. World Health Organization (WHO) mengungkapkan bahwa kasus TB menyebabkan 1,5 juta kematian di dunia. Angka ini tentu sangat mengkhawatirkan mengingat penyakit TBC sangat mudah menular. Ketika seseorang menderita TBC, percikan air ludah (droplet) yang keluar saat batuk dan bersin, menjadi ancaman bagi orang sekitarnya. Bila droplet tersebut terhirup orang lain, maka penularan dapat terjadi.
Selain covid-19, masalah tuberkulosis atau TB juga mengancam kesehatan masyarakat di Indonesia. Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri ini menyumbang angka kematian tertinggi di Indonesia. Dikutip dari laman Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, kasus TB di Indonesia mencapai 301 kasus insidens per 100 ribu penduduk. Sementara angka kematiannya mencapai 34 orang per 100 ribu penduduk.
Risiko infeksi di fasilitas pelayanan kesehatan, yang biasa dikenal dengan Healthcare Associated Infections (HAIs) atau infeksi nosokomial, telah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Dalam studi yang dilakukan oleh WHO, frekuensi infeksi nosokomial tertinggi dilaporkan dari rumah sakit-rumah sakit di wilayah Mediterania Timur (11,8%) diikuti oleh Asia Tenggara termasuk Indonesia sebesar 10%. Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan, menyelenggarakan Thought Leadership Forum, berjudul “UV-C Air Disinfection: Mencegah dan Mengendalikan Risiko Infeksi yang Ditularkan Melalui Udara di Fasilitas Pelayanan Kesehatan”.