- Home
- Pencarian
“Investasi”
92 artikel ditemukan
Lakuemas, platform investasi emas terkemuka di Indonesia, memperkenalkan fitur transfer emas baru melalui aplikasi Lakuemas. Dengan tagline "Cara Baru Beli Emas," inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran merek dan memberikan kemudahan bagi pengguna dalam melakukan transaksi emas.
Sebagai bentuk peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2023 lalu, Pluang, aplikasi investasi multi-aset terdepan di Indonesia, berkolaborasi dengan platform manajemen penjualan properti Rumah123.com menggelar siaran langsung Instagram bertajuk “Rumah 123 x Pluang - Special May Day: Siapapun Bisa Beli Rumah”. Pluang dan rumah123.com membahas lebih jauh tentang kendala dan tantangan generasi muda dalam membeli properti serta bagaimana strategi yang tepat untuk mengatasinya. Pluang sendiri berkeyakinan bahwa dengan memiliki strategi investasi yang kuat, siapapun akan mampu untuk mencapai tujuan finansial mereka, salah satunya adalah kepemilikan rumah.
Hari Raya Idulfitri 2023 menjadi momentum kenormalan baru ketika masyarakat sudah kembali memiliki keleluasaan untuk bepergian dan geliat ekonomi mulai kembali bangkit. Tunjangan Hari Raya (THR) atau bonus tahunan selalu menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh semua orang dan dialokasikan untuk berbagai kebutuhan yang memerlukan dana cukup besar. Financial Influencer, Jonathan End, yang juga merupakan seorang investment coach berbagi beragam tips cara mengelola THR ataupun sumber penghasilan lainnya dengan cerdas untuk menghindari godaan-godaan konsumtif sesaat melalui podcast Pluang Inspire 6 edisi #BukaPluangEmas.
Menyambut Hari Perempuan Sedunia 8 Maret 2023, Tokopedia bersama Kementerian Investasi Republik Indonesia (Kemenves RI)/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terus membantu pegiat UMKM, termasuk perempuan, memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) secara online. Menurut Kemenves RI/BKPM, sistem Online Single Submission (OSS) Berbasis Risiko telah menerbitkan NIB sebanyak 1,8 juta di tahun 2022. Total usaha kecil yang telah memiliki NIB mencapai 8,5%, sedangkan usaha mikro mencapai 91,5% selama 2022.
Seiring perkembangan teknologi, banyak sekali instrumen investasi yang bermunculan di era sekarang. Meski begitu, emas sebagai salah satu instrumen investasi yang terbilang tradisional tetap diminati oleh masyarakat Indonesia. Sudah sejak berabad-abad lamanya, masyarakat luas memilih emas sebagai instrumen investasi terbaik. Pasalnya, nilai emas tidak tergerus zaman dan daya tariknya tidak lekang oleh waktu. Bahkan, saat kondisi ekonomi sedang memburuk, umumnya nilai emas justru cenderung berkilau. Karena itu, emas menjadi instrumen investasi yang paling cocok bagi newbie atau investor pemula.
Investasi properti menjadi salah satu pilihan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Melihat dari harga properti yang cenderung naik serta adanya permintaan pasar yang luas menjadikan investasi properti terlihat menjanjikan. Namun, bagi pemula tentunya sebelum melakukan investasi perlu mendalami terlebih dahulu jenis-jenisnya. Jangan sampai, hanya karena tergiur keuntungan justru memilih investasi yang ternyata bodong. Sejauh ini, beberapa jenis investasi yang banyak diminati seperti tanah, rumah hingga apartemen. Nah, untuk lebih lengkapnya kamu dapat membaca ulasan mengenai 5 jenis investasi properti yang cocok untuk pemula berikut ini.
Membelanjakan apapun yang kamu inginkan menggunakan uang hasil keringat dan jerih payahmu sendiri tentu akan memberikan kepuasan tersendiri dalam hidup. Wanita yang independen dan sehat secara finansial akan membuat value pada diri semakin bertambah. Seperti lima kiat cerdas untuk menjadi wanita independen dan sehat secara finansial ala Priyanka Chopra berikut ini.
Salah satu cara agar bisa merdeka secara finansial ialah dengan adanya passive income. Passive income ini pun bisa didapat dari berbagai cara, seperti menjual properti, investasi, hingga royalti penjualan. Nah, berikut ini enam keuntungan memiliki passive income yang telah Ladiestory.id rangkum.
1. Tidak Punya Rencana Keuangan 2. Tidak Paham Investasi yang Dipilih 3. Takut Mulai Investasi 4. Gaya Hidup Tinggi 5. Nunda Nabung.