- Home
- Pencarian
“Gadget”
88 artikel ditemukan
Momen Harbolnas atau festival belanja yang jatuh pada tanggal kembar kerap dimanfaatkan untuk men-checkout wishlist atau keranjang belanja yang berisi berbagai produk incaran.
Saat mencari gadget untuk keluarga, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan untuk memastikan bahwa gadget tersebut dapat digunakan oleh setiap anggota keluarga dan juga memastikan keamanannya, terutama untuk anak-anak.
Blibli, lewat anak perusahaannya yakni Omnichannel Mobility Group (Blibli OMG), menghadirkan Toko Tukar Tambah pertama yang berlokasi di Dago, Bandung, Jawa Barat.
Siapa yang tak kenal dengan promo tanggal “kembar” atau double date setiap bulannya? Momentum ini kerap diramaikan dengan beragam penawaran menarik, mulai dari gratis ongkir, ekstra cashback, hingga voucher potongan harga. Hadir dengan beragam penawaran terbaik, double date menjadi momen bagi pelanggan untuk memenuhi kebutuhan dan mewujudkan keinginan tapi tetap cuan. Hal ini terbukti dengan data internal Blibli yang mencatat peningkatan transaksi dengan dengan rata-rata 130 persen di periode double date dalam tiga bulan terakhir. “Beberapa hal yang paling dicari oleh pelanggan ketika bertransaksi biasanya adalah penawaran gratis ongkir, cashback, diskon produk dari merek-merek terkemuka di brand deals dan flash sale. Berangkat dari fakta ini, Blibli pun konsisten menghadirkan promo dan juga kurasi produk yang relevan bagi pelanggan,” kata Cindy Kalensang, SVP Campaign Blibli, seperti dikutip dari press release Jumat (9/9/2022).
Seringkali dijumpai anak-anak yang harus menggunakan kacamata sejak kecil. Selain karena faktor keturunan, tak jarang hal ini terjadi lantaran pengaruh kebiasaan buruk yang dilakukan sejak dini. Sebagai orang tua, kamu bisa mengajarkan pentingnya menjaga kesehatan mata pada anak. Di samping juga perlu melakukan pengawasan dan upaya tertentu agar kesehatan mata pada anak terjaga. Berikut beberapa cara yang bisa orang tua lakukan untuk menjaga kesehatan mata anak.
Tanpa disadari kecanduan bermain handphone pada anak dapat mengganggu kinerja fungsi otak, kebiasaan bermain handphone baik dengan menonton film, bermain game hingga melakukan aktivitas lainnya di handphone dapat membuat kinerja otak anak menjadi berkurang. Anak pun akan lebih mudah mensugesti pengaruh dan kebiasaan yang ia tonton sehingga ia menjadi malas melakukan hal-hal yang bermanfaat dan asyik kecanduan memperhatikan layar handphone-nya.
Jika dilakukan terlalu sering justru akan menimbulkan kecanduan gadget pada anak. Lalu, apa saja tanda-tanda kecanduan yang perlu diwaspadai orang tua dan cara penanganannya? Yuk, simak penjelasan berikut. Tanda-tanda Kecanduan Gadget, Beberapa tanda yang perlu orang tua waspadai seperti, lupa waktu saat bermain gadget, gelisah ketika tidak bermain gadget, durasi bermain gadget bertambah , kurang tertarik dengan aktivitas di luar rumah, berbohong pada orang tua terkait durasi bermain gadget. Dampak Kecanduan Gadget, layar gadget berdampak pada perubahan otak yang berfungsi untuk mengontrol proses emosi, atensi, kontrol kognitif hingga pembuatan keputusan. Selain itu, bagian otak yang mengembangkan perilaku empati dan kasih sayang terhadap orang lain atau disebut insula akan mengalami gangguan. Cara Penanganan Kecanduan Gadget, jadi contoh baik bagi anak, batasi penggunaan gadget., perbanyak kegiatan untuk anak diluar atau di dalam rumah, bersikap tegas. Kelima, lakukan pemeriksaan ke dokter bila anak sudah mengalami kecanduan gadget dan jangan memberikan gadget jika tidak perlu.
Ajak anak bermain sepeda/skuter di sekitar rumah, balap perahu, bermain masak-masakan, dan bermain tanah untuk menghindarkan mereka dari kecanduan gadget.
Pasar smartphone di Indonesia semakin kompetitif. Ini ditandai dengan kian banyaknya produk dan merek yang bersaing untuk menyasar pasar. Dilansir dari Newzoo (2020), terdapat lebih dari setengah masyarakat Indonesia (61,7 persen) sudah memiliki smartphone. Sedangkan menurut IDC (2021), 88 persen pasar smartphone di Indonesia selalu didominasi oleh 5 brand. Para pengguna smartphone di Indonesia juga semakin selektif dalam memilih produk. Mereka menginginkan smartphone yang tak hanya andal sebagai alat komunikasi, tapi juga sesuai dengan gaya hidup mereka.