- Home
- Tag
# kesehatan mental
165 artikel
Aktris tanah air yang kini semakin gencar mengedukasi perihal kesehatan mental, Marshanda, mengungkapkan kronologi terkait kabar dirinya hilang di Los Angeles, Amerika Serikat, beberapa waktu lalu. Melalui unggahan di YouTube, perempuan yang akrab disapa Caca ini membagikan cerita perjalanannya ke Los Angeles pada Juni lalu yang tidak sesuai rencana.
Kesehatan mental memiliki peran besar dalam kehidupanmu seperti kemampuan mengelola perasaan dan menghadapi kesulitan dalam kehidupan sehari-hari. Jika kamu sering mengalami stres atau kecemasan, berikut 5 cara ampuh yang dapat kamu lakukan. Mudah diterapkan, lho! Katakan Hal Positif, jika sering berpikir menggunakan kata-kaya yang positif. Maka, akan memberikan efek yang positif pula. Lakukan Journal Gratitude, Ketika sering melakukan jurnal gratitude atau jurnal rasa syukur maka akan selalu beriringan dengan peningkatan kesejahteraan, kualitas kesehatan mental hingga perasaan bahagia. Olahraga, amu dalapat melakukannya dari olahraga yang kecil seperti jalan kaki disekitar rumah atau naik turun tangga. Lakukanlah secara teratur minimal 20 menit setiap hari. Mengkonsumsi Makanan yang Sehat, Nutrisi ini dapat meningkatkan mood jadi lebih baik dan memdahkan kamu dalam berpikir secara kognitif. Tidur Tepat Waktu, Usahakan kamu tidur tepat waktu setiap hari. Hindari melakukan aktivitas lain sebelum tidur. Selain itu, perlu menerapkan aturan yang mengenai batas kafein yang di konsumsi, Ladies.
Masih lekat rasanya diingatkan pernyataan-pernyataan kontroversial putra sulung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Veronica Tan, Nicholas Sean, terkait pernikahan. Pria 23 tahun berulang kali menyatakan bahwa dirinya tak tertarik dengan pernikahan. Bukan hanya itu, pada salah satu video di YouTube, nama Nicholas Sean sempat mendapat sorotan lantaran lebih memilh cewek yang tidak pintar dan cenderung mudah diatur. Kini, kembali dengan pernyataannya, ia mengungkapkan, jika bisa memilih, maka lebih baik tidak hidup.
Sosok Nicholas Sean tampaknya sedang sering muncul di media sosial karena pernyataannya terkait relationship dan pernikahan. Ia dengan tegas menyatakan bahwa dirinya tidak mau menikah. Tak sedikit yang menilai, putra sulung Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok da Veronica Tan ini memiliki trauma yang mendalam atas perpisahan kedua orang tuanya. Ya, perceraian Ahok dan Veronica bahkan juga mengejutkan publik. Dalam channel YouTube TS Media yang dipandu oleh Marianne Rumantir, Nicholas memberikan pandangan terkait trauma dan pernikahan, melalui unggahan video pada Selasa (2/8/2022).
Decluttering adalah aktivitas memilah benda yang sudah tidak terpakai, untuk menjaga kebersihan dan kesehatan, baik fisik dan mental.
Lima hal yang harus dilakukan saat menghadapi quarter life crisis: 1. Kenali dan Terima Diri 2. Bersyukur dan Susun Rencana Hidup 3. Temukan Circle yang Positif 4. Batasi Pengunaan Media Sosial 5. Jangan Berhenti Beraktivitas.
Ketika seseorang merasa marah, kesal bahkan tertekan mereka mulai mengeluarkan emosi yang ada dalam dirinya, hal itu adalah cara tubuh untuk memproses dan melepaskan stres. Nggak jarang air mata pun keluar perlahan sehingga kamu meluapkan segala emosi yang terpendam. Selain detokfikasi fisik, ternyata air mata membantu memproses emosi menjadi lebih baik dan dapat menyembuhkan hati.
Beberapa orang menganggap kegiatan journaling adalah kegiatan yang kuno. Pada dasarnya journaling adalah kegiatan menulis seperti buku harian. Namun biasanya orang menulis journaling dengan dikreasikan lebih lagi tidak hanya sekedar menulis. Alih-alih terlihat kuno, kegiatan journaling memiliki banyak manfaat. Hal tersebut pun telah diungkapkan oleh jurnal dari University of Rochester Medical Center bahwa kegiatan journaling mampu membuat mental dan fisik sehat secara bersamaan.
Emotional abuse atau pelecehan emosional adalah cara untuk mengendalikan orang lain dengan menggunakan emosi untuk mengkritik, mempermalukan, mempermalukan, menyalahkan, atau memanipulasi orang lain. Secara umum, suatu hubungan bersifat kasar secara emosional ketika ada pola yang konsisten dari kata-kata kasar dan perilaku intimidasi yang melemahkan harga diri seseorang dan merusak kesehatan mental mereka.