Terhindar Dari Plagiat, Perhatikan 6 Cara Mengutip Dari Jurnal

Monday, 19 Jul | 15:47:01

LS Lifestyle

Penulis : LS Lifestyle

Terhindar Dari Plagiat, Perhatikan 6 Cara Mengutip Dari Jurnal

Foto: Ladiestory.id

Karya ilmiah yang baik adalah memuat informasi yang bisa dipahami dengan mudah. Informasi yang dimaksud bukan hanya pernyataan dari seorang peneliti atau penulisnya.

Melainkan dari kutipan jurnalnya juga, maka cara mengutip dari jurnal tak boleh sembarangan dan dianggap remeh.

Mengutip dari jurnal dan menuliskan sumbernya pun menghindari kasus plagiarisme atau penjiplakan.

Seberapa Penting Mengutip Jurnal?

Foto: Ladiestory.id

Melakukan kutipan pun pada dasarnya tidak hanya dilakukan saat menyusun karya tulis ilmiah, namun juga karya tulis non ilmiah.

Mengutip jurnal akrab dilakukan oleh seorang dosen, peneliti, ataupun mahasiswa yang sedang mengerjakan karya tulis ilmiah.

Mengambil kutipan sendiri memang penting karena akan menunjang kredibilitas dari karya tulis ilmiah yang disusun.

Meskipun lumrah dan juga bisa diterapkan di berbagai jenis karya tulis, namun setiap penulis harus paham bagaimana cara mengutip dari jurnal yang baik dan benar.

Cara Mengutip dari Jurnal

  1. Kutipan Langsung

Cara mengutip dari jurnal yang pertama adalah secara langsung, yaitu mengambil inspirasi dari kutipan orang lain dan disampaikan dengan kalimat sendiri.

Kuncinya kutipan langsung adalah tetap mempertahankan makna kutipan tersebut, sehingga tidak mengubah arti atau definisinya.

Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan jika mengutip secara langsung.

  • Kutipan ditulis apa adanya
  • Kutipan dikaitkan dengan pemaparan dari penulis.
  • Menggunakan jarak dua spasi.
  • Memberikan tanda kutip (“…”) pada kalimat kutipan tersebut.
  • Sumber kutipan harus ditulis secara lengkap meliputi nama, tahun terbit, dan halaman.
  • Jika di dalam kutipan ada bagian yang ingin dihilangkan, maka bisa menambahkan titik tiga (…) di awal maupun di akhir sesuai posisi bagian yang dihilangkan tadi.
  • Jika kutipan mengandung bahasa asing maka ditulis dengan italic.
  1. Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung adalah menuliskutipan dari sumber asli tanpa mengubah kalimat aslinya.

Dengan kata lain tidak mengubah, mengurangi, maupun menambahkan komentar maupun kalimat apapun dalam kutipan tersebut.

Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan jika mengutip secara tidak langsung

  • Penulis harus menggunakan kalimat yang dipakai oleh penulis sebelumnya tanpa memberikan perubahan apapun.
  • Penulis wajib mencantumkan secara lengkap mengenai keterangan dari sumber kutipan tersebut, diantaranya nama, halaman, dan juga tahun publikasi jurnal yang menjadi referensi atau sumber.
Foto: Ladiestory.id
  1. Mengutip dengan Nama Penulis

Cara mengutip dari jurnal yang sudah terpublikasi adalah dengan memasukan nama penulis ke pembahasan, biasanya juga disertai dengan tahun.

Kutipan yang diambil lebih direkomendasikan untuk diubah sedikit, meski begitu harus mempertahankan maknanya.

Cara mengutip dari jurnal dengan nama penulis ini bisa di mulai dengan kalimat kutipan yang diikuti dengan tanda kurung.

Dalam tanda kurung tersebut berisi informasi nama penulis dan tahun publikasi jurnalnya.

Foto: Ladiestory.id
  1. Mengutip Tanpa Nama Penulis

Cara mengutip jurnal dapat dilakukan tanpa mencantumkan nama penulis. Cara mengutip dari jurnal tanpa nama biasanya murni berisi kutipan kalimat secara utuh.

Kemudian ditambahkan keterangan di dalam tanda kurung berupa judul jurnal dan tahun publikasi jurnal tersebut.

  1. Mengutip dari Dua Sumber Berbeda

Mengutip jurnal dapat memuat sebuah pembahasan yang berasal dari dua sumber.

Cara mengutip ini bukan data kutipan dari jurnal yang berdiri sendiri-sendiri, namun saling melengkapi atau mungkin datanya sama.

Maka cara mengutip dari jurnal semacam ini adalah dengan menuliskan dua nama penulis tersebut yang dipisahkan dengan tanda ampersand (&).

Inilah cara mengutip dari jurnal sehingga terhindar dari plagiat.