Yuk Pahami Zoonosis, Penyakit Menular dari Hewan ke Manusia

Senin, 22 Agustus 2022 | 15:00:00

Kevin Putranto

Penulis : Kevin Putranto

Yuk Pahami Zoonosis, Penyakit Menular Dari Hewan Ke Manusia

Ilustrasi hewan yang menyebabkan zoonosis. (Special)

Ladiestory.id - Kebanyakan penyakit infeksi yang diderita oleh manusia berasal dari hewan. Penyakit yang ditularkan dari hewan ke manusia ini disebut dengan zoonosis.

Setidaknya 6 dari 10 penyakit menular di dunia bersifat zoonosis dan terdapat 200 penyakit zoonosis di dunia saat ini. Menurut WHO, jumlah penyakit baru yang ditularkan melalui hewan juga meningkat dari tahun ke tahun. Virus corona yang menyebabkan pandemi Covid-19 adalah salah satu dari banyak virus yang diduga berasal dari satwa liar seperti ular dan kelelawar.

Bagi WHO, zoonosis merupakan penyakit menular yang berpindah dari hewan bukan manusia ke manusia. Jenis patogen zoonosis dapat berupa bakteri, virus, parasit atau mungkin bisa mengandung patogen yang tidak konvensional dan menyebar ke manusia melalui kontak langsung atau melalui makanan, air, atau lingkungan. 

Ilustrasi hewan yang bisa menyebabkan zoonosis. (Pinterest)

Mereka mewakili masalah kesehatan masyarakat utama di seluruh dunia. Hal tersebut dikarenakan hubungan dekat manusia dengan hewan, terutama di bidang peternakan sebagai sahabat di lingkungan alam. Zoonosis juga dapat menyebabkan gangguan dalam produksi dan perdagangan produk hewani untuk makanan dan kegunaan lainnya.

Perubahan lingkungan yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia seperti industri perkebunan, penebangan hutan, peternakan hewan, dan perburuan semakin mendekatkan interaksi hewan liar dengan manusia. Hal ini dapat meningkatkan kemungkinan penyebaran patogen dari hewan ke manusia.

Penyakit zoonosis ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, tetapi banyak manusia yang tidak menyadari itu. Kebanyakan virus zoonosis bermutasi menjadi virus dan penyakit lain. Zoonosis lain dapat menyebabkan wabah penyakit berulang, seperti penyakit virus ebola dan salmpnellosis. Adapun yang lain lagi, seperti virus coronavirus yang menyebabkan pandemi global.

Tindakan pencegahan untuk penyakit zoonosis berbeda untuk setiap patogen. Namun, beberapa praktik diyakini efektif dalam mengurangi risiko di tingkat komunitas dan individu. Pedoman peternakan yang aman dan baik dapat membantu mengurangi potensi penyakit zoonosis. Mulai dari memilih kualitas makanan seperti daging, telur, produk susu dan bahkan beberapa sayuran.

Patogen zoonosis dapat ditularkan ke manusia melalui titik kontak dengan hewan ternak dan hewan liar. Pasar yang menjual daging satwa liar dan produk sampingan dari hewan liar tersebut sangat berisiko. Hal tersebut dikarenakan sejumlah besar patogen baru atau tidak terdokumentasi merupakan bagian dari beberapa populasi satwa liar.

Pekerja peternakan di daerah yang menggunakan antibiotik yang tinggi untuk hewan ternak mungkin berisiko lebih tinggi terhadap patogen yang resisten terhadap obat antimikroba saat ini. Orang yang tinggal dekat dengan daerah hutan atau daerah semi perkotaan dengan jumlah hewan liar yang lebih tinggi juga berisiko terkena penyakit dari hewan seperti tikus, rubah dan rakun.

Adapun yang perlu diperhatikan adalah standar air minum bersih dan pembuangan limbah yang efektif. Adanya kampanye peningkatan kesadaran yang mendorong cuci tangan dan penyesuaian perilaku lainnya setelah kontak dengan hewan dapat mengurangi penyebaran penyakit zoonosis di masyarakat apabila terjadi wabah penyakit tersebut.

Ilustrasi cuci tangan. (Special)

Infeksi patogen zoonosis tidak selalu menyebabkan penyakit pada hewan. Hal ini biasanya terjadi karena hewan seperti kelelawar memiliki sistem imun yang kuat. Namun, penyakit zoonosis sering memiliki efek kesehatan yang merugikan pada hewan dan manusia seperti rabies.

Penyakit zoonosis dapat menyebar melalui berbagai jalur penularan, antara lain melalui makanan, droplet (tetesan air liur), udara, atau secara tidak langsung melalui gigitan serangga. Oleh karena itu, diperlukan berbagai upaya untuk mencegah penularan penyakit yang berasal dari hewan tersebut.

Salah satu cara mudah untuk menghindari penyakit zoonosis adalah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melakukan kontak dengan hewan. Penting bagi kamu untuk mengetahui jenis penyakit zoonosis beserta sumbernya. Begitupun dengan cara penularan penyakitnya sehingga dapat mencegah dan mengobati penyakit ini dengan tepat.