5 Jenis Vitamin Untuk Perbanyak Produksi ASI

Sabtu, 17 Februari 2024 | 11:23:00

KD Mumpuni

Penulis : KD Mumpuni

5 Jenis Vitamin Untuk Perbanyak Produksi Asi

Ilustrasi ibu menyusui. (Special)

Ladiestory.id - Kesadaran untuk memberikan ASI eksklusif kian meningkat. Berbicara tentang ASI eksklusif,  ternyata ada beberapa jenis vitamin yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan produksi ASI untuk para ibu yang ingin memberikan ASI eksklusif untuk buah hati tercinta

Sebelum membahas vitamin-vitamin tersebut, penting untuk memahami bahwa ASI sendiri sudah mengandung nutrisi yang sangat baik untuk bayi. Namun, dalam beberapa kasus, ada ibu yang merasa produksi ASI mereka mungkin perlu didukung lebih lanjut. Di sinilah vitamin bisa menjadi bagian penting dalam membantu meningkatkan produksi ASI.

Vitamin-vitamin tertentu dapat membantu meningkatkan produksi ASI dan mendukung kesehatan ibu menyusui secara keseluruhan. Satu-satunya vitamin yang secara langsung terkait dengan produksi ASI adalah vitamin D. 

Namun, ada beberapa vitamin lainnya yang juga penting untuk dikonsumsi ibu yang mengASIhi yang berdampak positif pada produksi ASI seperti berikut ini yang dilansir dari halaman llli.org sebagai berikut ini:

Vitamin D

Vitamin D. (Canva)

 

Vitamin D adalah salah satu vitamin kunci yang berperan dalam penyerapan kalsium. Ibu yang kekurangan vitamin D mungkin memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki kadar kalsium yang rendah, yang pada gilirannya bisa mempengaruhi produksi ASI. 

Untuk mendapatkan vitamin D, paparan matahari adalah salah satu cara terbaik. Selain itu, ada suplemen vitamin D yang direkomendasikan oleh dokter, terutama jika kadar vitamin D dalam tubuh rendah.

Vitamin B Kompleks

Vitamin B. (Pinterest.com/cathefriedrich)

 

Vitamin B seperti B1 (thiamine), B2 (riboflavin), B3 (niacin), B5 (asam pantotenat), B6 (piridoksin), B9 (asam folat), dan B12 (kobalamin) semuanya memiliki peran penting dalam metabolisme energi dan kesehatan keseluruhan ibu menyusui. Ini dapat ditemukan dalam berbagai makanan seperti biji-bijian, daging, sayuran hijau, dan produk susu.

Vitamin C

Vitamin C. (Pinterest.com/basenfasten)

 

Memiliki sifat antioksidan yang kuat, vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. Ini juga mendukung sistem kekebalan tubuh yang sehat. Sumber vitamin C meliputi jeruk, stroberi, paprika, dan tomat.

Zat Besi

Ilustrasi Zat Besi. (Canva)

 

 

Meskipun bukan vitamin, zat besi sangat penting untuk ibu yang menyusui karena kekurangan zat besi dapat mengganggu produksi ASI. Makanan kaya zat besi termasuk daging merah, ayam, ikan, sayuran berdaun hijau, dan kacang-kacangan.

Omega-3

Ilustrasi Makanan Mengandung Omega 3. (Special)

 

Asam lemak omega-3, terutama DHA (asam docosahexaenoic) dan EPA (asam eicosapentaenoic), penting untuk perkembangan otak dan mata bayi. Ibu yang menyusui dapat memperoleh omega-3 dari ikan berlemak seperti salmon, sarden, dan tuna, atau dari suplemen omega-3.

Produksi ASI dipengaruhi oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Hormon prolaktin bisa dirangsang oleh isapan bayi ke payudara. Sedangkan oksitosin dipengaruhi oleh psikologis, juga nutrisi. 

Ibu menyusui tidak boleh cemas, khawatir, butuh dukungan suami, keluarga, dan orang di sekitarnya. Oleh karenanya, proses menyusui selama dua tahun seorang ibu juga perlu mendapatkan dukungan dari banyak pihak sebagai bentuk support kepada ibu agar bisa tetap mengasihi buah hati.  

Dengan perawatan yang tepat dan nutrisi yang seimbang, ibu dapat memastikan produksi ASI yang optimal untuk bayinya.