Jarang Disadari, Ini 5 Gejala Fisik saat Alami Depresi

Selasa, 19 Juli 2022 | 11:30:00

Gendis Ayu

Penulis : Gendis Ayu

Jarang Disadari, Ini 5 Gejala Fisik Saat Alami Depresi

Gejala fisik penderita depresi. (Special)

Ladiestory.id - Seseorang yang mengalami depresi harus lebih perhatian terhadap dirinya sendiri. Pasalnya salah satu penyakit mental ini mampu mengakibatkan seseorang bunuh diri dan meninggal dunia.

Bahkan World Health organization (WHO) menyampaikan 300 juta orang menderita depresi. Angka ini didapat hanya dalam kurun waktu 10 tahun yakni pada 2005-2015.

Sehingga penyakit mental depresi memang tak dapat disepelekan. Jika kamu mengalami beberapa gejala fisik di bawah ini, segeralah aware terhadap kondisi mental kamu.

Kelelahan

Gejala fisik penderita depresi. (Special)

Salah satu ciri fisik seseorang mengalami depresi adalah kelelahan. Sebetulnya rasa lelah wajar dialami oleh banyak orang, terutama seusai menjalani aktivitas sehari-hari.

Namun, rupanya rasa lelah menjadi salah satu gejala umum saat seseorang mengalami depresi. Bahkan, rasa lelah ini akan semakin parah jika seseorang sedang tidak berkonsentrasi.

Laman Health menuliskan bahwa depresi membuat seseorang mengalami kesulitan dalam mendapat tidur yang berkualitas. Bahkan, kondisi ini memungkinkan dialami oleh orang yang gemar tidur.

Nantinya kualitas tidur yang buruk akan mempengaruhi kondisi tubuh di pagi harinya. Biasanya, tubuh akan merasa lelah, letih, lesu, hingga tak bergairah melakukan aktivitas hari itu.

Sehingga jika sudah mengalami rasa lelah yang tak wajar ataupun tak memiliki kualitas tidur yang baik, segeralah konsultasi ke psikiater. Pasalnya, jika kondisi ini dibiarkan bisa memberikan beberapa dampak yang berkepanjangan.

Pencernaan Bermasalah

Gejala fisik penderita depresi. (Special)

Kamu sulit buang air besar padahal tidak mengonsumsi apapun? Bisa jadi kondisi tersebut menjadi salah satu tanda kamu mengalami gejala depresi.

Pasalnya salah satu gejala fisik seseorang mengalami depresi adalah pencernaan yang bermasalah. Biasanya hal ini menganggu siklus buang air besar, baik itu menjadi diare maupun sembelit.

Nantinya percernaan yang bermasalah akan membuat perut terasa tidak nyaman. Bahkan, pencernaan yang bermasalah mampu menjadi tanpa depresi cukup parah sekalipun.

Perubahan Berat Badan

Gejala fisik penderita depresi. (Special)

Berat badan yang turun meski tidak dalam proses diet bisa dipicu oleh beberapa faktor. Kondisi ini bisa disebabkan lantaran suatu penyakit kesehatan.

Tak hanya itu, namun perubahan berat badan bisa menjadi salah satu tanda fisik seseorang mengalami depresi. Namun memang tak semua tanda fisik ini dialami oleh semua orang pengidap depresi.

Kondisi ini biasanya disebabkan lantaran nafsu makan yang menurun. Biasanya orang yang sedang depresi tidak memiliki nafsu makan atau pun tak merasakan lapar.

Tidak makan yang memang disengaja ataupun bukan, akan tetap membuat berat badan semakin menurun. Hal ini bisa menjadi sebuah warning atau peringatan untuk kamu loh!

Lambung Terasa Nyeri

Gejala fisik penderita depresi. (Special)

Tanda fisik lainnya adalah nyeri lambung. Hal ini pun telah diungkapkan oleh seorang spesialis Kedokteran Jiwa yakni Andri. Ia mengatakan otak dan lambung saling berhubungan, sehingga munculah istilah poros lambung otak.

"Di ilmu kedokteran terdapat istilah poros lambung otak yang membuat masalah lambung dan otak saling berhubungan. Karena saat kita masih jadi embrio, otak dan lambung kita berada di satu poros," tutur Andri.

Bahkan, tak jarang saat orang mengalami stres atau depresi, nyeri lambung ini akan berubah menjadi GERD. Di mana asam lambung meningkat lantaran gerakan peristaltik (meremas dan mendorong).

Badan Sempoyongan

Gejala fisik penderita depresi. (Special)

Badan sempoyongan bisa disebabkan karena beberapa faktor, seperti pra menstruasi, dehidrasi, vertigo hingga gejala depresi. Jika kamu merasakan pusing atau badan terasa sempoyongan hampir setiap hari, dapat dipastikan jika kamu mengalami depresi.

Pasalnya, beberapa pikiran overthinking akan membuat tekanan darah di otak meningkat. Hal tersebut akan mempengaruhi peredaran darah ke seluruh tubuh.

s