Kenalan Dengan Diet Ketofastosis Yang Efektif Turunkan Berat Badan

Selasa, 31 Agustus 2021 | 00:01:00

Astri Supriyati

Penulis : Astri Supriyati

Kenalan Dengan Diet Ketofastosis Yang Efektif Turunkan Berat Badan

Foto: Ladiestory.id

Tak sedikit orang melakukan diet untuk mendapatkan berat badan ideal. Salah satu diet yang kini banyak digemari adalah diet ketogenik atau diet keto. Diet ini mengalami perkembangan varian menjadi diet ketofastosis, yang diaggap lebih efektif dalam menurunkan berat badan.

Pengertian Diet Ketofastosis

diet keto
Foto: Ladiestory.id

 

Ketofastosis adalah diet yang menggabungkan diet ketogenik (rendah karbohidrat) dengan fastosis (fasting on ketosis). Dengan diet ini seseorang akan menjalankan puasa dalam keadaan ketosis karena hanya mengonsumsi sedikit karbohidrat, atau bahkan tidak sama sekali.

Ketosis merupakan keadaan di mana tubuh tidak memiliki cukup karbohidrat untuk membakar energi. Sebagai gantinya, tubuh akan membakar lemak dan memproduksi zat yang disebut keton sebagai energi.

Diet ketofastosis dinilai lebih efektif daripada diet keto biasa karena tubuh akan membakar lebih banyak lemak. Bukan tanpa alasan, puasa dalam diet ketofastosis dapat meningkatkan metabolisme sehingga tubuh mulai menggunakan simpanan lemak yang ada untuk dibakar.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa diet ketofastosis aman menurunkan kelebihan berat badan, mampu mempertahankan massa otot selama penurunan berat badan, dan meningkatkan energi.

Manfaat Diet Ketofastosis

Foto: Ladiestory.id

 

Diet ketofastosis memiliki banyak manfaat jika dilakukan dengan tepat. Puasa yang Anda lakukan dapat memberikan banyak dampak positif bagi tubuh. Berikut ini beberapa manfaat diet ketofastosis yang dapat Anda peroleh:

1. Mengurangi Lemak pada Tubuh

Salah satu manfaat diet ketofastosis adalah mengurangi lemak pada tubuh, sehingga mampu menurunkan berat badan. Ketofastosis dilakukan dengan cara makan selama 8 jam, lalu Anda akan berpuasa selama 16 jam sehari. Cara tersebut dapat membantu menurunkan berat badan secara signifikan tanpa menghitung kalori. Cara ini akan lebih efektif jika Anda mengonsumsi makanan sehat tanpa junk food.

2. Menguatkan Otot

Ketofastosis juga bermanfaat untuk menguatkan otot seseorang. Hal tersebut terjadi karena kadar lemak dalam tubuh rendah, sehingga tubuh dapat memproduksi kadar HGH lebih banyak. Kadar HGH tersebut akan meningkat sebanyak 2.000 persen pada pria, dan 1.300 persen pada wanita yang lapisan lemak pada tubuhnya rendah. Kadar HGH memiliki peranan penting untuk pembentukan otot.

3. Memperlambat Penuaan

Rutin melakukan ketofastosis dapat memperlambat penuaan, sebab berpuasa dapat meningkatkan produksi sel pusat. Tubuh seseorang akan melakukan regenerasi sel dan seseorang yang melakukan ketofastosis, sel tubuhnya akan menjadi lebih muda. Sel pusat yang baik akan berdampak pada kulit, persendian, luka, dan lain-lain.

Jenis-Jenis Ketofastosis

Ketofastosis memiliki beberapa jenis yang dapat Anda lakukan. Berikut jenis-jenis ketofastosis yang perlu Anda ketahui:

  • Puasa 16 jam (16:8). Jenis ketofastosis ini mewajibkan Anda puasa selama 16 jam dan pada waktu 8 jam dapat memakan semua yang Anda inginkan. Meskipun begitu, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat agar lebih optimal. Anda juga disarankan untuk tidak makan malam dan juga sarapan untuk efek yang maksimal.
  • Makan sehari sekali. Anda diharuskan makan besar dalam satu hari, setelah itu Anda berpuasa kembali hingga keesokan harinya.
  • Puasa alternatif. Pada jenis ini, Anda dapat mengonsumsi apa pun selama satu hari penuh. Keesokan harinya, Anda diharuskan untuk tidak makan sama sekali.

Dalam melakukan diet ketofastosis, pastikan Anda mengonsumsi banyak makanan, sehingga tidak terjadi defisit kalori.

Walaupun diet ketofastosis dinilai aman dan memiliki manfaat yang baik bagi tubuh, tapi tidak semua orang dapat menjalani diet ini. Wanita hamil atau menyusui dan seseorang dengan riwayat makan tidak teratur sebaiknya menghindari diet ketofastosis.

Bagi seseorang dengan kondisi kesehatan tertentu, seperti diabetes atau penyakit jantung, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mencoba diet ketofastosis.

Berita Terkait