- Home
- Pencarian
“makan”
838 artikel ditemukan
Beberapa waktu lalu, sebuah cuitan yang diketahui dibuat oleh salah satu warung makan sempat ramai dibicarakan warganet Twitter. Dalam tulisannya, warung makan yang bernama Warpopski mengambil sikap atas berubahnya sistem Gofood dari aplikasi Gojek yang kini dinilai merugikan. Tak hanya di Twitter, melalui unggahan di akun Instagram warung makan tersebut, Bang Hakiem selaku perwakilan dari Warpopski pun menyampaikan protesnya, antara lain karena adanya kenaikan harga yang dipatok oleh Gojek yang disebutnya sebagai karya anak bangsa tapi justru merugikan banyak pihak.
Tak terasa lebaran sudah seminggu berlalu, menyantap aneka hidangan khas seperti ketupat, opor ayam hingga hingga kue kue pun sudah tak lagi terhitung. Meski lezat, makanan khas lebaran memiliki kadar lemak hingga gula yang kerap memunculkan beragam risiko buruk untuk tubuh. Dari berbagai risiko tersebut, kenaikan kadar gula darah menjadi salah satu yang perlu diwaspadai karena dapat menyebabkan diabetes hingga serangan jantung. Menghindari hal buruk terjadi, Ladies tak perlu khawatir karena Ladiestory.id telah merangkum 5 tips sederhana, namun bermanfaat untuk mencegah naiknya gula darah usai lebaran.
Lebaran identik dengan menyantap banyak hidangan, dari yang berat hingga camilan. Namun, kebiasaan saat makan lebaran dapat bisa mengancam kesehatan.
Makanan bersantan dapat menambah cita rasa gurih. Namun, makanan tersebut memiliki risiko yang kurang baik jika dikonsumsi dengan berlebihan. Ini beberapa tanda kenaikan kolesterol yang perlu diperhatikan usai menyantap aneka masakan khas lebaran.
mengonsumsi daging dalam jumlah yang berlebihan justru dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Pasalnya, daging banyak mengandung lemak jenuh yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker. Nah, selain dua penyakit tadi, berikut beberapa risiko jika Kamu terlalu banyak makan daging.
Makanan khas lebaran di Indonesia mayoritas menggunakan santan sebagai bahan utamanya. Dari mulai opor ayam hingga rendang, semuanya mengandung santan yang membuat makanan semakin gurih dan lezat. Namun, meski lezat Ladies sebaiknya lebih memperhatikan dan membatasi konsumsi makanan bersantan agar tidak berlebihan dan memunculkan risiko berbahaya bagi tubuh. Hal tersebut karena, makanan dengan bahan utama santan memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi. Lalu, risiko berbahaya apa saja yang muncul? Berikut Ladiestory.id telah merangkum 5 risiko akibat makan makanan bersantan berlebihan saat lebaran bagi tubuh.
Momen lebaran menjadi momen yang ditunggu para umat muslim di berbagai belahan dunia. Selain menjadi ajang silaturahmi, momen lebaran pun kerap ditunggu karena kehadiran berbagai hidangan khasnya. Seperti halnya rendang ataupun opor ayam di Indonesia, umat muslim di beberapa negara lain pun tak ketinggalan memiliki makanan khasnya yang tak bisa dilewatkan saat momen lebaran datang.
Lebaran tinggal menghitung hari dan sudah sangat dinantikan bagi semua umat muslim. Pada hari raya tersebut, akan banyak momen yang dirasakan. Terlebih tahun ini semua orang sudah dapat merayakan Idulfitri lantaran kelonggaran akibat pandemi Covid-19 sudah mulai mereda. Salah satu yang dirindukan saat Lebaran adalah makanan khas.
Setiap jenis makanan memiliki waktu tersendiri untuk dimanfaatkan. Jika melebihi waktu tersebut, maka makanan tersebut telah masuk masa kedaluwarsa. Makanan yang telah memasuki masa kedaluwarsa sebaiknya tidak Kamu konsumsi kembali karena dapat menimbulkan masalah kesehatan. Seperti misalnya masalah pencernaan.