5 Tips Tingkatkan Kualitas Tidur Selama Puasa Ramadan

Kamis, 14 Maret 2024 | 00:00:00

Penny Fatikasari

Penulis : Penny Fatikasari

5 Tips Tingkatkan Kualitas Tidur Selama Puasa Ramadan

Ilustrasi Sleep Mask. (Freepik.com)

Ladiestory.id - Ladies, selama menjalani ibadah puasa Ramadan, tak hanya waktu makan saja yang berubah namun pola tidur pun dapat berubah dari biasanya, lho. Berpuasa selama bulan Ramadan dapat mengubah waktu tidur yang singkat antara waktu berbuka menuju sahur.  Meskipun berpuasa selama bulan Ramadan sangat bermanfaat dan meningkatkan spiritual, namun hal ini dapat menyebabkan tubuhmu menjadi mudah lelah saat menjalani puasa.

Hal ini terjadi dua kali lipat selama beberapa hari pertama puasa, kamu harus menyesuaikan diri dengan rutinitas barumu dari sebelumnya bahkan  insomnia juga sering menjadi masalah utama di bulan Ramadhan . Oleh sebab itu, sangat penting menjaga kualitas tidur yang baik selama berpuasa di bulan Ramadan agar tubuh tetap terjaga kesehatannya. 

Nah, berikut ini lima tips meningkatkan kualitas tidur selama berpuasa di bulan Ramadan seperti yang telah Ladiestory.id rangkum berikut, simak yuk!

Atur Jadwal Tidur Lebih Awal

Ilustrasi Wanita Tidur. (Special)

 

Rutinitas tidurmu akan berubah selama menjalankan ibadah Ramadan jika dibandingkan dari waktu harianmu sebelumnya. Oleh karena itu, kamu harus mengubah jadwal tidur  lamamu dan berusaha untuk mengaturnya menjadi lebih awal selama menjalankan ibadah puasa di bulan suci ini. Dalam rutinitas baru ini, pastikan kamu terbiasa untuk mengatur waktu  bangun dan makan saat sahur.

Tidur nyenyak adalah hal yang penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Jam tidur harian yang direkomendasikan per malam adalah 7-8 jam setiap harinya, tetapi setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Ketika kamu mengalami masalah kurang tidur maka nafsu makan bisa meningkat, sehingga membuat puasa selama bulan Ramadan menjadi lebih sulit. Cobalah untuk tidur lebih awal, pada waktu yang sama setiap hari sebelum bangun untuk sahur dan shalat subuh sekitar pukul 3 pagi. Gantilah waktu tidur yang hilang setelah sahur atau di siang hari.

Pastikan Tubuhmu Tetap Terhidrasi

Ilustrasi Kurang Minum Air Putih. (Freepik)

 

Selama menjalani ibadah puasa, kamu harus membiasakan mengonsumsi air putih  sebelum tidur. Sediakan air putih di dekatmu  saat berbuka puasa dan sebelum waktu imsak tiba. Minumlah banyak air di antara waktu berbuka puasa dan sahur. Suhu yang tinggi juga dapat membuat kamu mengeluarkan keringat lebih banyak, jadi penting untuk minum air putih untuk menggantikan cairan yang hilang di siang hari.

Oleh sebab itu, kamu perlu  meningkatkan asupan cairan dalam tubuh dengan mengonsumsi minuman dan makanan yang menghidrasi. Misalnya mengonsumsi semangka ke dalam menu sahur atau sebagai kudapan manis setelah berbuka puasa. Rutin mengonsumsi air putih saat berpuasa juga dapat membantu meningkatkan kualitas tidur, lho. Bahkan saat berpuasa pun kamu dapat lebih berkonsentrasi.

Manfaatkan Waktu Tidur Siang

Ilustrasi Tidur di Siang Hari (Pinterest.com)

 

Tidur siang atau power nap selama 20 menit  dapat memulihkan energi dan tingkat fokus yang menurun. Menyetel alarm juga dianjurkan karena tidur berlebihan dapat melawan manfaat tidur siang singkat dan mungkin memiliki beberapa risiko kesehatan yang negatif.

Risiko terbesar yang muncul adalah sleep inertia.  Sleep inertia  ditandai dengan periode kantuk sementara dan kinerja kognitif yang buruk sejak  bangun. Ketika hal ini terjadi,  maka kamu  akan terbangun dengan perasaan grogi bahkan merasa bingung, alhasil  waktu tidur siangmu bahkan tidak memberikan energi dan kesegaran.

Batasi Penggunaan Elektronik

Ilustrasi tetangga antisosial. (Special)

 

Jika kamu memiliki kebiasaan sering bermain  ponsel, laptop dan menonton TV menjelang waktu tidur,  maka hal ini dapat menyebabkan efek cahaya biru dari layar dapat mengganggu kualitas tidurmu dan dapat mengganggu siklus tidur alami tubuh.

Oleh sebab itu, batasi waktu di depan layar hingga satu atau dua jam sebelum tidur dan aktifkan pengaturan mode malam pada perangkat dan komputer yang meminimalkan paparan cahaya biru.

Selain itu, tidur di ruangan yang gelap telah terbukti membantu meningkatkan kualitas tidur pada seseorang. Sebagai respons terhadap kegelapan, tubuh mulai memproduksi melatonin yang membuat kamu merasa ingin tidur.

Perhatikan Pola Makan dan Minum

Ilustrasi Makanan Junkfood. (Special)

 

Jelang berbuka puasa kebanyakan orang memilih untuk mengonsumsi makanan yang mengandung kalori atau tinggi gula. Mengonsumsi makanan jenis ini dapat mengganggu  sistem pencernaan di malam hari karena tubuh  berusaha mencerna makanan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan saat tubuh memasuki waktu tidur. Selain itu, makanan manis dapat menyebabkan naik turunnya kadar gula darah serta menimbulkan lonjakan untuk melepaskan hormon yang dapat menyebabkan dirimu terbangun di malam hari.