- Home
- Mom & Kids
Mom & Kids
Ladiestory.id - Media lifestyle wanita Indonesia seputar pola asuh anak, berita parenting terbaru, seks edukasi, tips & trik kesehatan buah hati sampai informasi brand anak-anak.
Ada beberapa hal yang sebaiknya dikatakan kepada anak saat mereka menangis dibandingkan menyuruhnya untuk diam.
Anak usia1-3 tahun merupakan masa keemasan dalam pertumbuhan. Tak ayal, pada masa itu si kecil menjadi lebih aktif dalam mengeksplorasi hal-hal baru. Berikut, 5 ide sensory play sederhana yang bisa kamu coba. Color Sorting, sediakan beberapa toples dengan tutup berbeda warna dan benda warna-warni. minta si kecil untuk memasukkan setiap benda warna benda sesuai dengan tutup toplesnya. Membuat Adonan Lilin, campurkan tepung, margarin, air, garam serta pewarna makanan untuk mendapatkan berbagai macam tekstur dan warna lilin yang kamu inginkan. Bermain Gelas Warna, ajak anak menuang air pada gelas dan meneteskan pewarna makanan berbeda pada tiap gelas. Coba arahkan untuk mencampur dua atau tiga warna lainnya dalam satu gelas dan simak perubahan yang terjadi. Baskom Kejutan, siapkan tiga baskom Lalu, kubur beberapa mainan anak-anak yang berukuran kecil ke dalam baskom dan mintalah si kecil untuk untuk mengambilnya menggunakan tangan. Bak Pasir Harta Karun, dapat melatih sensorik anak dan meningkatkan imun anak.
Origami merupakan seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Dengan menggunakan teknik origami, maka selembar kertas yang sederhana dapat diubah menjadi beberapa bentuk seperti burung hingga bunga. Origami dapat berupa objek sederhana yang hanya perlu dilipat untuk membuatnya. Namun, bisa juga berupa sebuah objek yang lebih kompleks dengan disertai teknik menggunting maupun merekatkan untuk menghasilkan objek yang diinginkan.
Banyak orang tua menganggap mendongeng adalah hal yang kuno. Kebiasaan ini jarang dilakukan lantaran berbagai hal. Termasuk kesibukan orang tua yang membuat tak punya waktu, meski pun sekadar membacakan dogeng untuk anak.
5 Tips Step-Parenting Agar Tercipta Family-Bonding yang Kokoh: 1. Diskusikan Pola Asuh Anak dengan Pasangan dan Mantannya 2. Pahami Karakter dan Kebiasaan Anak 3. Buat Anak Perlahan Merasa Nyaman 4. Fokus pada Sisi Positif Anak 5. Rawat Diri Sendiri
Istilah strict parent berasal dari bahasa Inggris yang berati orang tua yang keras. Hal tersebut merujuk pada sebutan bagi orang tua yang menerapkan pola asuh otoriter kepada anak. Lalu, apa saja ciri-cirinya; Menuntut anak supaya patuh kepada orang tua, tidak mengikutsertakan anak dalam mengambil keputusan, Memberikan hukuman kepada anak, Terlalu banyak memberikan harapan kepada anak . Berdasarkan keempat ciri-ciri di atas, strict parent memberikan dampak kepada anak baik secara psikis maupun fisik. Berikut, beberapa dampak buruk pola asuh otoriter bagi anak; Anak jadi sulit mengendalikan diri dan rentan akan depresi serta trauma, Memiliki perasaan harga diri yang rendah dan tidak merasa bahagia, Mensalah artikan kepatuhan dan kesuksesan dengan cinta, Merasa malu dan takut ketika berada dilingkungan dengan orang lain, dan sulit dalam bersosialisasi (anti sosial) karena kurangnya kompetensi sosial. Alangkah lebih baiknya, orang tua mulai sadar akan pola asuh yang diterapkan selama ini. Semoga, kamu orang tua yang memahami anak ya.
Puzzle menjadi satu permainan yang akrab dengan anak-anak. Meski begitu, banyak pula orang dewasa yang melakukan permainan ini. Permainan puzzle sendiri memiliki tingkat kesulitan masing-masing sehingga kerap dikategorikan seusai dengan umur. Meski puzzle terlihat sederhana. Namun, permainan ini memiliki banyak manfaat terutama bagi tumbuh kembang anak-anak, seperti berikut ini.
Pandemi Covid-19 yang kita hadapi lebih dari 2 tahun tentunya membawa dampak pada kualitas hidup anak-anak, termasuk dalam pemenuhan nutrisi dan kebutuhan stimulasi untuk tumbuh kembangnya. Padahal, anak-anak yang memiliki kualitas hidup baik akan berpotensi besar menjadi generasi maju yang dapat membawa kemajuan bagi lingkungannya.
Banyak orang tua yang enggan mengikutkan anak untuk latihan bela diri. Hal ini dikarenakan, bela diri memiliki konotasi yang negatif. Selain dianggap hanya "berkelahi", latihan bela diri memang memiliki gerakan yang dianggap membahayakan.