- Home
- Mom & Kids
Mom & Kids
Ladiestory.id - Media lifestyle wanita Indonesia seputar pola asuh anak, berita parenting terbaru, seks edukasi, tips & trik kesehatan buah hati sampai informasi brand anak-anak.
Anak-anak belum diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa saat Ramadan. Namun, tidak ada salahnya untuk mengajarkan anak berpuasa sejak dini. Dengan begitu, anak bisa lebih siap saat sudah mencapai akil balik kelak. Walau biasanya anak-anak bersemangat untuk puasa, tapi dalam perjalanannya, mereka kesulitan untuk menjalani selama satu bulan penuh. Nah, Ladiestory.id merangkum lima tips untuk mengajarkan anak puasa sejak dini yang bisa Kamu tiru.
Tamat pada Minggu (3/4/2022), drama "Twenty-Five, Twenty-One" memiliki banyak moral value yang bisa diambil. Bahkan orang tua bisa mengambil parenting dari drama tersebut. Nah, berikut tips parenting ala drama "Twenty-Five, Twenty-One" yang bisa ditiru.
Setiap orang tua pasti sangat antusias melihat perkembangan dan pertumbuhan anak mereka. Secara bertahap anak akan mulai belajar duduk, merangkak, berdiri sampai akhirnya mereka bisa berjalan sendiri. Sebagian besar anak sudah bisa berjalan saat memasuki usia tahun pertamanya.
Periode golden age anak (1-5 tahun) merupakan suatu tahapan di mana anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting dan berpengaruh pada awal masa kehidupannya. Biasanya, ada beberapa hal penting yang wajib diketahui orang tua dalam mendidik anak di periode golden age ini.
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknya tumbuh menjadi pribadi yang baik. Untuk itu, sebagai orang tua, Kamu harus bisa memberikan pengajaran yang baik pula. Hal itu dikarenakan anak sering mencontoh perbuatan atau ajaran yang diperlihatkan dari kedua orang tuanya.
Ketika orang tua sedang marah ataupun kesal dan anak tidak bisa dinasihati, biasanya orang tua akan melampiaskan emosinya kepada anak dengan membentak dan memarahinya dengan kasar. Sebagai orang tua tidak sepantasnya Kamu melakukan hal tersebut. Kamu semua tahu, bahwa mendidik anak itu bukanlah hal yang mudah.
Bagi kebanyakan orang, kelahiran seorang bayi merupakan suatu momen yang sangat membahagiakan sekaligus mengharukan. Setelah hampir 9 bulan mengandung, sang ibu melahirkan buah hatinya ke dunia. Tak hanya sang ibu, seluruh orang terdekatnya pun akan merasa sangat bahagia.
Semua pasangan suami istri menginginkan hubungan yang langgeng hingga maut memisahkan. Namun tidak bisa dipungkiri jika ketidakcocokan, perselisihan menyebabkan cerai menjadi solusi terakhir.
Kondisi emosi pada balita yang berbeda dengan dewasa membuat orang tua harus memahami tahap perkembangan emosi mereka. Lantas, bisakah anak balita diajarkan untuk mengelola emosinya? Apa ya yang bisa orang tua lakukan agar anak mampu mengelola emosinya dengan baik? Untuk menjawab ini, orang tua perlu tahu prinsip ABCD untuk mengajarkan balita mengelola emosinya.