- Home
- Mom & Kids
Mom & Kids
Ladiestory.id - Media lifestyle wanita Indonesia seputar pola asuh anak, berita parenting terbaru, seks edukasi, tips & trik kesehatan buah hati sampai informasi brand anak-anak.
Ketika seorang anak bertumbuh besar, tentunya mereka akan menghadapi banyak hal-hal baru di dalam hidupnya. Mulai dari sekolah, bertemu teman baru, bersaing dalam olahraga, dan banyak hal lainnya. Ketika seorang anak menghadapi hal-hal baru di dalam hidupnya, sering kali mereka merasakan emosi yang campur aduk bahkan berantakan. Menghadapi sesuatu yang baru dalam hidupnya, kadang membuat anak menjadi stres.
Mengasuh anak bisa menjadi sebuah perjalanan yang penuh liku-liku, dan salah satu tantangan paling umum adalah membuat anak memahami sudut pandang orang tua.
Mendiagnosis gangguan kepribadian pada anak memang masih kontroversial karena perubahan perkembangan alami dalam suasana hati dan perilaku. Namun, ketika ciri-ciri maladaptif tetap menyebar dan menetap, gangguan kepribadian mungkin muncul.
Saat bergabung dengan suatu kelompok, anak tunggal sering kali ditanyai pertanyaan, seperti “oh! kamu seorang anak tunggal, kamu tidak berbagi sesuatu dengan orang lain, kan?”. Pertanyaan lain yang tak kalah seringnya adalah “Jadi, kamu anak tunggal pasti introvert?”. Mereka juga kerap dinilai berdasarkan beberapa parameter.
Valentine's Day menjadi momen yang spesial untuk merayakan cinta dan mengungkapkan kasih sayang kepada pasangan. Memilih hadiah yang sempurna untuknya adalah cara yang terbaik untuk menunjukan betapa kamu mencintai dia dengan tulus.
Hampir tiap orang tua pernah menghadapi seorang anak yang sedang mengalami tantrum. Keadaan ini merupakan kondisi saat anak mengeluarkan emosinya dengan berbagai cara, seperti menangis kencang, berguling di lantai, hingga mengamuk dan melempar barang.
Suka atau tidak suka, mengatasi tantrum pada anak sangatlah penting karena membiarkan anak dengan rasa frustrasi dan amarah yang tidak tertangani dapat memicu pola pikir tidak sehat. Dilansir dari Times of India Online, berikut cara yang bisa dilakukan oleh orang tua untuk meredakan tantrum pada anak.
Kurikulum pendidikan seks di sekolah hanya melampaui aspek biologis. Padahal, pendidikan seks ini seharusnya mengeksplorasi komponen-komponen penting seperti persetujuan, perilaku seksual yang bertanggung jawab, dan membina hubungan yang sehat.
Membiarkan anak untuk bermain sendiri ternyata memiliki banyak manfaat lho. Waktu bermain sendiri juga membantu anak menjadi individu yang utuh dan merasa nyaman dalam berbagai situasi, termasuk saat sendirian.