- Home
- Pencarian
“parenting”
311 artikel ditemukan
Orang tua yang menerapkan pola asuh helicopter parenting akan melarang sang anak untuk bermain di luar dengan alasan khawatir akan terjadi hal buruk, seperti jatuh, kotor atau terpapar pergaulan yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua. Meski sering dinilai sebagai bentuk cinta dan kasih sayang. Namun, ada beberapa dampak negatif dari pola asuh ini. Berikut beberapa dampak buruk helicopter parenting pada tumbuh kembang anak.
Meski Zayn Malik dan Gigi Hadid telah berpisah, keduanya tetap sepakat untuk melakukan pengasuhan secara bersama dengan menerapkan co-parenting. Namun, sebenarnya, apa sih yang dimaksud co-parenting? Simak penjelasan berikut ini. Pengertian Co-Parenting, erupakan sebuah usaha atau penerapa pola asuh yang dilkukan bersama-sama meskipun status suami dan istri tersebut telah berpisah. Di Indonesia sendiri, ada Rachel Vennya dan Niko Al-Hakim yang menerapkan pola asuh ini. Aturan Dasar Co-Parenting, Beberapa diantaranya seperti, harus memiliki fokus dan tekad yang kuat ketika mengasuh anak. Ketika melakukan co-parenting perlu rencana yang jelas meliputi hal-hal yang terkait pengaturan hidup anak. Pastikan komunikasi kamu dengan rekan terjaga selama berkaitan dengan pengasuhan anak. Kamu juga memerlukan konsistensi dalam menjalankannya rutinitas yang telah dibentuk. Manfaat Co-Parenting, Pertama, anak menjadi merasa aman. Kedua, menjadi contoh yang baik untuk diikuti. Ketiga, anak lebih sehat secara mental dan emosional. Maka, dengan menerapkan co-parenting dapat membuat anak merasa didukung dan berkembang dengan baik.
pernah khawatir saat anak ingin memegang bulu kucing atau hewan lainnya? Perasaan khawatir memang wajah dirasakan sebagai orang tua. Karena takut anaknya luka karena cakaran atau lainnya dari hewan. Namun, ada banyak manfaat yang didapatkan anak saat merawat binatang.
MPASI atau makanan pendamping ASI merupakan makanan yang diberikan kepada bayi yang telah berusia 6 bulan sebagai pandamping bagi bayi yang sedang menyusui. Dalam membuat MPASI tak sembarang, perlu diperhatikan kandungan dan cara yang tepat. Berikut ide MPASI yang baik untuk si Kecil.
Sebuah unggahan di TikTok ramai menjadi perdebatan para pengguna media sosial. Pengguna akun TikTok @niavennya membagikan video perjalanan menanjak gunung dengan bayi 6 bulan. Dalam unggahannya tersebut, terlihat penjelasan mengenai keterangan video yang dibagikan. Pemilik akun menuliskan bahwa ada pengalaman yang tak bisa dibeli dengan uang.
Jika dilakukan terlalu sering justru akan menimbulkan kecanduan gadget pada anak. Lalu, apa saja tanda-tanda kecanduan yang perlu diwaspadai orang tua dan cara penanganannya? Yuk, simak penjelasan berikut. Tanda-tanda Kecanduan Gadget, Beberapa tanda yang perlu orang tua waspadai seperti, lupa waktu saat bermain gadget, gelisah ketika tidak bermain gadget, durasi bermain gadget bertambah , kurang tertarik dengan aktivitas di luar rumah, berbohong pada orang tua terkait durasi bermain gadget. Dampak Kecanduan Gadget, layar gadget berdampak pada perubahan otak yang berfungsi untuk mengontrol proses emosi, atensi, kontrol kognitif hingga pembuatan keputusan. Selain itu, bagian otak yang mengembangkan perilaku empati dan kasih sayang terhadap orang lain atau disebut insula akan mengalami gangguan. Cara Penanganan Kecanduan Gadget, jadi contoh baik bagi anak, batasi penggunaan gadget., perbanyak kegiatan untuk anak diluar atau di dalam rumah, bersikap tegas. Kelima, lakukan pemeriksaan ke dokter bila anak sudah mengalami kecanduan gadget dan jangan memberikan gadget jika tidak perlu.
5 resep jitu step-parenting ala drama Korea “Remarriage and Desires”: 1. Utamakan Kenyamanan dan Kebutuhan Anak 2. Ajak Anak Hormati Orang Tua Kandungnya 3. Perlakukan Anak Sesuai Usianya 4. Jangan Paksakan Penerimaan Anak 5. Jadikan Anak sebagai Perekat Hubungan Orang tua
Empati adalah kemampuan untuk memahami kondisi dan perasaan orang lain, serta menggunakan pemahaman tersebut untuk memberikan respons yang sesuai. Empat strategi asah empati pada anak 1. bimbing anak untuk pahami emosi 2. ajak anak diskusi 3. Libatkan anak dalam kegiatan sosial 4. Ingat untuk pahami kondisi dan perasaan anak.
Perilaku menyimpang sering terjadi pada anak-anak. Namun, jika sering terjadi secara terus-menerus akan memberikan dampak yang serius seperti perilaku antisosial masa kanak-kanak.