- Home
- Pencarian
“toxic”
60 artikel ditemukan
Tanda kamu mengalami hubungan pertemanan toxic 1. Bercanda yang berujung bullying 2. Tidak jaga privasi 3. Memanfaatkan keadaan 4. Sering menyalahkan 5. Suka drama 6. Gosip berlebihan.
Memiliki banyak teman dan berkenalan dengan orang baru memang terasa amat menyenangkan. Selain dapat berbagi wawasan serta bersosialisasi akan membuat kita menjadi manusia yang memiliki rasa sosial tinggi, karena pada dasarnya kita tidak bisa hidup sendiri-sendiri tanpa kehadiran orang lain. Namun, didalam suatu lingkungan sosial pun kita sering merasa terusik dan enggak nyaman dengan omongan negatif yang dilontarkan oleh orang lain. Nggak jarang kita menjadi kesal dan merasa tersinggung dengan apa yang mereka katakan terhadap diri kita.
Memiliki banyak teman memang satu hal yang menyenangkan. Apalagi, kalau memiliki lingkungan pertemanan yang satu frekuensi! Bisa bisa, kamu dan lingkungan pertemanan mu rela menghabiskan waktu bersama selama satu hari penuh karena terlalu asyik sehingga tidak mengenal waktu. Pertemanan yang baik akan selalu ada disaat kamu susah, tidak hanya datang disaat kamu senang saja! Tapi, rela menolong kamu dalam kondisi sesulit apapun. Itu yang dinamakan dengan teman sejati! Walaupun hanya sekedar mendengarkan keluh kesahmu, tandanya dia tidak ingin melihat kamu sedih dan sendirian loh. Tapi, tidak bisa dipungkiri bahwa tidak semua teman ada yang seperti itu. Bahkan, saat ini ada sebutan pertemanan yang "toxic". Makna dari istilah pertemanan toxic ini adalah, lingkungan pertemanan yang tidak sehat. Dan salah satu tandanya, kamu merasa lelah untuk bertemu atau berkumpul dengan lingkungan pertemanan tersebut, bahkan hingga kamu merasakan ketidaknyamanan
Saat menjalani kehidupan sehari-hari, kamu tentu akan merasakan suka dan duka. Namun, ada orang yang tetap akan mendukungmu atau membuat kamu semakin terpuruk. Lingkungan toxic ini bisa terjadi pada siapapun dan di mana saja. Lalu, tanda apa saja yang biasa kamu temui saat berada di lingkungan toxic? Simak artikel berikut ini.
Mendapati komentar negatif enggak hanya didunia nyata saja, namun di dunia maya khususnya media sosial pun banyak orang-orang yang dengan mudahnya memberikan sentilan pedas hingga penilaian baik tentang body shaming, bully-an bahkan sexual harrasment yang pastinya membuat kamu risih dan tentunya enggak nyaman banget. Nah, jika itu dibiarkan secara terus-menerus alhasil kamu pun akan selalu di buntuti akan orang-orang yang kerap membuat dirimu semakin terpuruk bahkan tidak nyaman untuk tampil percaya diri.
Seringkali orang-orang mengabaikan hubungan yang sehat dengan pasangannya. Padahal hubungan menjadi salah satu bagian penting untuk kehidupan yang sehat. Orang yang memiliki hubungan yang sehat, pasti memiliki kesehatan yang sehat pula. Karakteristik hubungan yang sehat meliputi kepercayaan, keterbukaan, kejujuran, rasa hormat, kasih sayang, komunikasi, dan saling memberi dan menerima.
Toxic femininity kerap kali dihadapi oleh wanita. Nyatanya wanita bukanlah makhluk lemah, bahkan stereotype yang muncul hendaklah dihapuskan, hargai dan hormati wanita dan jangan buat wanita merasa tersudutkan. Berikut 5 hal tentang toxic femininity yang harus dihapuskan, simak bersama yuk!
5 Tips Move On dari Para Ahli: 1. Katakan Mantra Positif pada Diri Sendiri 2. Jauhi Toxic People, Dekati Supportive People 3. Rawat dan Perlakukan Diri dengan Lembut 4. Latih Fokus (Mindfulness) 5. Maafkan Diri Sendiri dan Bicarakan Masalahnya
Wajar jika dalam suatu hubungan ada masalah yang akhirnya menimbulkan pertengkaran. Kecewa, kesal, dan marah kadang-kadang membuat seseorang sering mengabaikan atau mendiamkan lain tanpa ingin bicara. Istilah bekennya adalah Silent Treatment. Banyak yang berpikir bahwa silent treatment digunakan untuk menyadarkan seseorang karena kesalahannya yang telah diperbuat, tapi lama-kelamaan silent treatment ini menjadi alat untuk mengontrol seseorang di dalam sebuah hubungan. Silent treatment membuat orang menjadi serba salah, overthinking dan tergolong ke dalam kekekarasan secara emosional. Silent Treatment juga akan membuat suatu hubungan menjadi renggang dan berujung pada sebuah perpisahan. Untuk kamu, korban atau pelaku silent treatment, ketahui terlebih dahulu seberapa berbahayanya jika silent treatment ini kamu lakukan dalam waktu yang panjang.