- Home
- Pencarian
“air susu ibu”
14 artikel ditemukan
Kesadaran untuk memberikan ASI eksklusif kian meningkat. Berbicara tentang ASI eksklusif, ternyata ada beberapa jenis vitamin yang bisa dipergunakan untuk meningkatkan produksi ASI untuk para ibu yang ingin memberikan ASI eksklusif untuk buah hati tercinta
Bagi para ibu tentunya untuk memberikan ASI terbaik kepada sang buah hati menjadi prioritas utama yang patut diperjuangkan. Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi harus diperhatikan untuk membantu meningkatkan kualitas dan produksi ASI. Bagi para ibu muda maupun ibu baru mungkin akan merasa bingung saat pertama kali belum bisa memberikan ASI yang produktif dan lancar kepada si kecil, namun ibu tak perlu khawatir berikut ini tujuh makanan yang dapat membantu meningkatkan ASI booster agar si kecil dapat menyusu lebih optimal.
Memperingati Pekan ASI (Air Susu Ibu) Sedunia atau World Breastfeeding Week pada 1 hingga 7 Agustus 2023, Orami merilis survei tentang pengalaman para Ibu dalam menyusui anaknya untuk memahami apa yang dirasakan seorang Ibu selama menjalani proses menyusui.
Selain nikmat dimakan langsung dan menjadi teman saat bersantai, kacang kenari pun memiliki manfaat yang baik bagi tubuh khususnya bagi ibu hamil dan menyusui. Umumnya kacang kenari ini pun banyak digunakan sebagai topping pada kue, es ataupun makanan lainnya.
Ruam popok merupakan kondisi dimana muncul ruam kemerahan pada area pemakaian popok. Ruam ini dapat terjadi karena kondisi yang lembap di area tersebut. Ruam popok kerap membuat bayi menjadi lebih rewel karena merasa gatal dan tidak nyaman. Kondisi ini sebenarnya umum terjadi pada bayi yang menggunakan popok sepanjang hari. Namun, tentu saja sebagai orang tua tidak tega jika melihat Si Kecil rewel. Nah, untuk mengatasi masalah ruam popok pada bayi bisa dengan menggunakan bahan alami lho. Selain ampuh untuk mengatasi ruam popok bahan alami ini juga aman untuk digunakan. Ladiestory.Id telah merangkum lima bahan alami untuk mengatasi ruam popok pada bayi.
Menjadi seorang ibu baru dan ibu menyusui salah satu masalah yang kerap dialami adalah produksi ASI yang berkurang. Selain sebagai salah satu asupan yang sangat dibutuhkan oleh bayi, setiap ibu yang melahirkan wajib memberikan ASI yang cukup kepada buah hati di enam bulan pertama. Apabila ASI tidak diberikan secara berkala maka hal ini akan sangat mengganggu tumbuh kembang bayi. Selain itu risiko lain yang muncul, bayi akan mudah terserang penyakit, karena ASI berperan sebagai zat antibodi yang mampu melawan penyakit bagi si kecil. Nah, berikut ini lima faktor yang menyebabkan ASI berkurang.
Waktu menyusui yang direkomendasikan oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO adalah hingga anak berusia dua tahun. Namun, tidak jarang ada ibu yang menyusui anak hingga lebih dari dua tahun. Lantas, apakah hal ini normal? Menyusui lebih dari dua tahun tidak berbahaya, asalkan kebutuhan nutrisi anak terpenuhi. Namun, adakah dampak negatif dari menyusui lebih dari dua tahun?
Untuk dapat menyusui secara optimal, Ibu menyusui membutuhkan dukungan yang intensif. Namun penelitian terbaru dari Health Collaborative Center (HCC) menunjukkan, 6 dari 10 ibu menyusui merasa tidak bahagia menjalankan proses menyusui karena kurang mendapat dukungan. Dari hasil penelitian yang dilakukan Ray Wagiu Basrowi yang merupakan seorang dokter, peneliti dan pendiri HCC, dan associate researcher Bunga Pelangi, bahwa hanya 44% ibu menyusui merasa bahagia dalam menjalankan proses menyusui karena dukungan yang optimal.
Bayi berusia 0-6 bulan sangat memerlukan ASI untuk tumbuh kembang mereka. Namun, berbagai alasan membuat sang ibu enggan memberikan ASI. Sementara, diketahui memberikan ASI untuk anak tak hanya baik untuk si kecil. Namun, juga mampu mendatangkan kebaikan bagi sang ibu. Pasalnya, ada beberapa manfaat saat sang ibu memberikan ASI untuk anak. Sang ibu dapat terhindar dari berbagai penyakit hanya dengan memberikan ASI untuk anak.