- Home
- Mom & Kids
Mom & Kids
Ladiestory.id - Media lifestyle wanita Indonesia seputar pola asuh anak, berita parenting terbaru, seks edukasi, tips & trik kesehatan buah hati sampai informasi brand anak-anak.
Saat anak mulai bermain di luar, mengenal banyak orang dan aktivitas yang dia lakukan sering kali orang tua menjadi salah satu orang yang dipercaya untuk mendengarkan keluh kesahnya. Sebagai orang tua sangat penting untuk menjadi pendengar yang baik untuk anak.
Sebagai remaja yang telah memasuki usia yang matang kamu tentu sudah memiliki banyak sekali keinginan-keinginanmu sendiri. Di Usia yang menginjak 17 tahun ke atas kamu pasti merasa sudah bisa melakukan banyak hal dan mempunyai hidupmu sendiri. Rasanya kamu ingin diberi kebebasan untuk melakukan apa saja dan pergi kemana aja, termasuk melakukan perjalanan yang hebat dan mengesankan bersama sahabat-sahabatmu. Kamu dengan mereka pasti sudah punya tempat favorit yang menjadi tujuan kalian. Namun, di usiamu yang belum terlalu stabil itu kamu akan menghadapo sikap orangtuamu yang protektif, ingin tahu segalanya tentang kamu dan membatasi kamu dalam beberapa hal tertentu. Terkadang kamu merasa tidak nyaman, kan? Hal klasik seperti ini wajar dirasakan oleh hampir semua remaja yang menginjak usia dewasa. Jangankan pergi jauh ke laura kota, kadang-kadang hanya menginap di rumah teman yang beda kompleks denganmu saja pasti tidak diizinkan. Mungkin kamu akan sedih atau kesal dengan sikap orangtuamu itu, kamu akan berpikir mengapa orangtuamu tidak seperti orangtua yang lain yang bisa legowo ketika anaknya pergi kemana saja. Tapi ketahuilah, bahwa yang sesungguhnya terjadi tidak demikian, semua orangtua merasakan hal yang sama saat anaknya beranjak menuju usia yang matang. Untuk iu restu dari orangtua sangat penting sebelum kamu memutuskan untuk melakukan sesuatu. So, berikut beberapa hal yang bisa kamu lakukan agar negosisasimu dengan orangtuamu berhasil.
Di tengah hangatnya pembahasan mengenai kebijakan cuti melahirkan 6 bulan, Vero, konsultan public relations dan pemasaran digital telah mengumumkan kebijakan terbaru terkait cuti melahirkan bagi orang tua. Kebijakan ini menstandarisasikan waktu cuti hamil berbayar selama 6 bulan bagi para ibu dan 1 bulan bagi para ayah.
Dilansir dari Health Line, dalam sebuah penelitian ditemukan bahwa anak usia 13 tahun yang diteriaki oleh orang tuanya bereaksi dengan meningkatkan tingkat perilaku buruk mereka pada tahun berikutnya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa meneriaki anak tujuannya sama sekali bukan untuk memberbaiki dirinya. Namun, level kenakalan anak akan lebih besar. Efeknya anak akan agresif, sulit diatur dan tidak mau mendengar orangtuanya. Ujung-ujungnya juga akan menyusahkan orang tua sendiri, bukan? Berteriak pada anak bukanlah cara terbaik untuk menyelesaikan masalah agar situasi sesuai dengan keinginanmu. So, berikut ini beberapa tips yang bisa kamu coba sebagai orang tua agar tak perlu marah-marah dan berteriak saat menasihati anak.
Orang tua yang menerapkan pola asuh helicopter parenting akan melarang sang anak untuk bermain di luar dengan alasan khawatir akan terjadi hal buruk, seperti jatuh, kotor atau terpapar pergaulan yang tidak sesuai dengan keinginan orang tua. Meski sering dinilai sebagai bentuk cinta dan kasih sayang. Namun, ada beberapa dampak negatif dari pola asuh ini. Berikut beberapa dampak buruk helicopter parenting pada tumbuh kembang anak.
Pekan ASI sedunia telah dimulai sejak 1-7 Agustus. Namun (1/8/2022) menjadi peringatan Hari ASI Sedunia untuk mengingatkan pentingnya menyusui si kecil. Yuk, ketahui cara menyimpan ASI yang benar.
Meski Zayn Malik dan Gigi Hadid telah berpisah, keduanya tetap sepakat untuk melakukan pengasuhan secara bersama dengan menerapkan co-parenting. Namun, sebenarnya, apa sih yang dimaksud co-parenting? Simak penjelasan berikut ini. Pengertian Co-Parenting, erupakan sebuah usaha atau penerapa pola asuh yang dilkukan bersama-sama meskipun status suami dan istri tersebut telah berpisah. Di Indonesia sendiri, ada Rachel Vennya dan Niko Al-Hakim yang menerapkan pola asuh ini. Aturan Dasar Co-Parenting, Beberapa diantaranya seperti, harus memiliki fokus dan tekad yang kuat ketika mengasuh anak. Ketika melakukan co-parenting perlu rencana yang jelas meliputi hal-hal yang terkait pengaturan hidup anak. Pastikan komunikasi kamu dengan rekan terjaga selama berkaitan dengan pengasuhan anak. Kamu juga memerlukan konsistensi dalam menjalankannya rutinitas yang telah dibentuk. Manfaat Co-Parenting, Pertama, anak menjadi merasa aman. Kedua, menjadi contoh yang baik untuk diikuti. Ketiga, anak lebih sehat secara mental dan emosional. Maka, dengan menerapkan co-parenting dapat membuat anak merasa didukung dan berkembang dengan baik.
pernah khawatir saat anak ingin memegang bulu kucing atau hewan lainnya? Perasaan khawatir memang wajah dirasakan sebagai orang tua. Karena takut anaknya luka karena cakaran atau lainnya dari hewan. Namun, ada banyak manfaat yang didapatkan anak saat merawat binatang.
MPASI atau makanan pendamping ASI merupakan makanan yang diberikan kepada bayi yang telah berusia 6 bulan sebagai pandamping bagi bayi yang sedang menyusui. Dalam membuat MPASI tak sembarang, perlu diperhatikan kandungan dan cara yang tepat. Berikut ide MPASI yang baik untuk si Kecil.