3 Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan, Bahaya Jika Tertukar!

Senin, 30 Agustus 2021 | 00:01:00

Maria Nanda

Penulis : Maria Nanda

3 Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan, Bahaya Jika Tertukar!

Foto: Ladiestory.id

Semenjak pandemi, nama antiseptik dan disinfektan melonjak serta banyak diburu orang-orang. Sebab, semua orang perlu menjaga kebersihan diri dan benda-benda disekitarnya. Terlebih antiseptik dan disinfektan merupakan bahan kimia yang ampuh untuk mencegah infeksi atau penularan virus.

Antiseptik dan Disinfektan 

Foto: Ladiestory.id

Kedua bahan ini akan selalu dibawa orang ketika hendak berpergian kemanapun. Mereka dianggap dapat membersihkan suatu permukaan dari mikroorganisme yang bisa menyebabkan penyakit. Mikroorganisme yang menjadi target meliputi bakteri, virus, jamur, dan parasit.

Memang bahan kimia biosida terkandung dalam antiseptik dan disinfektan. Namun kandungan biosida dalam antiseptik lebih rendah daripada disinfektan. Pada dasarnya, bahan aktif yang digunakan dalam antiseptik dan disinfektan adalah fenol, iodine, klorin, alcohol.

Meskipun kedua bahan tersebut dapat digunakan untuk membunuh virus, namun penggunaan antiseptik dan disinfektan tidak dapat disamakan. Bahkan tak sedikit orang yang menganggap kedua bahan ini sama.

Lalu, apa yang menjadi perbedaan antiseptik dan disinfektan? Sebelum kita mengetahui perbedaannya, alangkah lebih baik kita mengetahui tentang pengertian antiseptik dan disinfektan.

Apa itu Antiseptik?

Foto: Ladiestory.id

Antiseptik merupakan bahan kimia yang digunakan untuk mencegah mikroorganisme berkembang yang dapat menyebabkan infeksi atau penyakit. Antiseptik ini bisa diaplikasikan ke permukaan kulit maupun kulit terbuka, misalnya pada luka. Contoh dari antiseptik yang sering digunakan terutama saat pandemic adalah hand sanitizer .

Memang cara yang paling tepat mencegah infeksi dilakukan dengan cuci tangan pada sabun dan air yang mengalir. Namun, banyak orang yang menggunakan hand sanitizer sebagai pengganti cuci tangan ketika tidak ada akses untuk mencuci tangan. Selain itu, antiseptik juga terkandung dalam krim perawatan, obat kumur, sabun tangan atau produk harian lainnya.

Jika dalam dunia medis, antiseptik digunakan untuk membersihkan permukaan yang akan dioperasi. Tak hanya itu, antiseptik juga digunakan untuk membersihkan membrane mukosa.

Apa itu Disinfektan?

Foto: sehatq

Disinfektan merupakan sejenis zat kimia yang menghancurkan atau mengurangi pertumbuhan mikroorganisme pathogen atau parasit pada permukaan benda mati.

Disinfektan tidak selalu bisa membunuh semua organisme, karena ada jenis mikroorganisme yang resistan. Namun, disinfektan cukup bisa menurunkan jumlahnya secara signifikan sehingga lebih aman baik untuk produk konsumsi atau nonkonsumsi.

Pada dasarnya antiseptik dan disinfektan memiliki fungsi yang sama, namun disinfektan ditujukan untuk benda mati. Biasanya orang-orang akan membawa disinfektan bepergian untuk membersihkan permukaan yang sering disentuh orang seperti meja, pintul, tombol lift, dan lain sebagainya.

Dalam praktik kehidupan sehari-hari, disinfektan dipakai untuk membersihkan kamar mandi, lantai, dapur. Rumah sakit juga sering menggunakan disinfektan untuk membersihkan alat-alat yang ada demi mencegah penyebaran infeksi.

Perbedaan Antiseptik dan Disinfektan

Setelah mengetahui pengertian antiseptik dan disinfektan, berikut perbedaan antiseptik dan disinfektan.

1. Penggunaan Antiseptik dan Disinfektan

Foto: Ladiestory.id

Meskipun memiliki fungsi yang sama, namun perbedaan antiseptik dan disinfektan terletak pada cara penggunaannya. Pada intinya, antiseptik digunakan untuk membunuh virus dan bakteri yang ada pada manusia ataupun mahkluk hidup.

Biasanya digunakan untuk membersihkan luka, mengobati tenggorokan, mencuci tangan jika tidak tersedia sabun dan air, membersihkan kulit sebelum operasi dan beberapa hal lainnya. Lebih mudahnya, antiseptik kerap dijumpai pada sabun dan hand sanitizer.

Namun, berbeda dengan disinfektan yang digunakan untuk membunuh virus dan bakteri yang ada pada meja, lantai, dan barang-barang yang sering disentuh orang banyak.

Tak hanya itu, disinfektan juga digunakan para medis untuk mensterilkan alat yang akan digunakan. Tapi, agar disinfektan dapat berfungsi secara maksimal, Anda perlu menggunakan konsentrasi yang tepat dalam larutan disinfektannya.

2. Kandungan Antiseptik dan Disinfektan

Foto: Ladiestory.id

Yang menjadi perbedaan antiseptik dan disinfektan terletak pada kandungannya. Meskipun sama-sama memiliki zat kimia biosida, namun penggunaan bahan aktif pada disinfektan memiliki konsentrasi lebih tinggi jika dibanding antiseptik.

Oleh sebab itu, disinfektan berbahaya jika digunakan pada permukaan kulit makhluk hidup. Bahkan menurut situs CDC, disinfektan biasanya mengandung kadar alkohol mulai dari 60-80% tergantung dari jenis agen pembersihnya.Hal ini dapat membuat kulit menjadi iritasi hingga reaksi hipersensitivitas.

Sedangkan antiseptik memiliki konsentrasi yang lebih rendah yang aman digunakan sehingga jarang menyebabkan iritasi. Namun tidak menutup kemungkinan beberapa orang yang memiliki kulit sensitif, antiseptik mungkin menimbulkan reaksi hipersensitivitas.

3. Efek Samping

Foto: Ladiestory.id

Efek samping juga menjadi perbedaan antiseptik dan disinfektan. Sebab, pemakaian antiseptik secara berlebihan juga berisiko menyebabkan iritasi, seperti dermatitis kontak. Bahkan antiseptik tidak dianjurkan untuk dipakai pada luka bakar, tuka tusuk, gigitan atau cakaran hewan, infeksi mata, benda asing yang terangsung dalam kulit.

Sedangkan disinfektan sama sekali tidak boleh mengenai kulit. Sebab, beberapa jenis disinfektan dapat menyebabkan gangguan pernapasan, iritasi kulit, hingga iritasi mata.

Inilah perbedaan antiseptik dan disinfektan yang perlu diketahui. Oleh sebab itu, mulai sekarang Anda dapat menggunakan dua bahan pembasmi virus dengan baik dan menar guna terhindar dari virus Covid-19.